News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bocah Tewas di Rumah Mewah

Tak Puas Dapat Rp4 M, HA Lanjut Main Kripto tapi Kalah, Bunuh Anak Politisi PKS untuk Bayar Utang

Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Bobby Wiratama
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KASUS PEMBUNUHAN - HA (31) tersangka pembunuhan anak politkus PKS Cilegon diperlihatkan saat rilis kasus di Mapolres Cilegon, Senin (5/1/2026).

TRIBUNNEWS.COM - Kasus pembunuhan bocah berinisial MAHM (9),  anak bungsu anggota Dewan Pakar DPD PKS Cilegon, Banten, Maman Suherman, akhirnya terungkap.

MAHM yang sebelumnya ditemukan tewas di rumah mewahnya di Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS), Kota Cilegon, Banten, pada Selasa (16/12/2025) lalu, dipastikan tewas dibunuh oleh pria berinisial HA (30).

HA sehari-hari bekerja sebagai operator produksi di PT Chandra Asri Pacific Tbk, Cilegon.

Sebuah perusahaan publik yang bergerak dalam bisnis usaha pengolahan dan manufaktur petrokimia.

Sementara kasus pembunuhan berawal saat HA kepergok mencuri oleh korban.

Dirreskrimum Polda Banten Kombes Pol Dian Setyawan membeberkan, motif utama kasus dipicu masalah ekonomi.

HA diketahui terlilit utang puluhan juta usai meminjam uang di bank dan koperasi tempatnya bekerja.

Semua bermula saat HA memakai uang tabungan Rp400 juta untuk bermain kripto.

Kripto adalah aset digital atau mata uang virtual yang menggunakan kriptografi (sandi rahasia) untuk mengamankan transaksi.

"Dari Rp400 juta ini dimainkan sehingga berkembang sampai dengan mendatangkan keuntungan senilai kurang lebih Rp4 miliar."

"Yang bersangkutan belum puas kemudian dimainkan lagi sehingga yang bersangkutan kalah. Adapun akun yang digunakan yaitu melalui aplikasi pintu.id," urai Setyawan, dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, Selasa (6/1/2026).

Baca juga: Detik-detik Pembunuhan Anak Politisi PKS di Cilegon, Korban Sempat Menendang Pelaku Sebelum Dibunuh

Terlilit Utang

Usai kalah, HA malah terlilit utang di mana-mana.

Ia tercatat meminta uang dari bank sebanyak Rp700 juta dan koperasi sebesar Rp70 juta.

HA juga nekat meminjam uang dari aplikasi pinjaman online (pinjol) sebanyak Rp50 juta.

"Tujuannya apa? Untuk main kripto lagi tapi hasil yang diperoleh yang bersangkutan kalah kembali," beber Setyawan.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini