News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Modus Kasus Love Scaming di Sleman, Incar Korban WNA dan Kirim Video Pornografi

Penulis: Faisal Mohay
Editor: Bobby Wiratama
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PENIPUAN LOVE SCAMING - Barang bukti bersama enam tersangka kasus love scamming yang beroperasi di Sleman ditunjukkan polisi pada Rabu (7/1/2026). Aksi sindikat ini terbongkar setelah patroli siber mendeteksi aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut.

TRIBUNNEWS.COM - Sebuah rumah dua lantai di Jalan Gito-Gati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) digerebek pada Senin (5/1/2026).

Polresta Yogyakarta membongkar kasus love scaming jaringan internasional setelah dilakukan patroli siber.

Rumah kontrakan tersebut dijadikan markas PT Altair Trans Service untuk meraup keuntungan dari konten pornografi.

Perusahaan tersebut berperan mencarikan karyawan, mencari korban warga negara asing serta menjalankan aplikasi kencan.

Sebanyak 64 orang telah diamankan termasuk para pegawai customer service.

Setelah ditelusuri, polisi menetapkan enam tersangka yakni R (35) asal Sleman, CEO; H (33) asal Kebumen, HRD; P (28) asal Ponorogo, Project Manager; V (28) asal Bandung, Team Leader; G (22) asal Bantul, Team Leader; dan M (28) asal NTT, Project Manager.

Sindikat ini telah berjalan selama satu tahun dan meraup keuntungan fantastis hingga Rp30 miliar per bulan.

Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizky Adrian, menjelaskan bahwa sindikat ini menggunakan aplikasi kloning asal China bernama WOW.

Setiap karyawan ditugaskan mencari calon konsumen pria dari Kanada, Amerika Serikat, Australia, dan Inggris.

Korban kemudian dikirim konten pornografi dan diwajibkan membayar menggunakan koin yang berlaku di aplikasi.

“Baik video atau foto porno sudah disiapkan perusahaan, sudah ada di setiap hp dan laptop yang disediakan."

Baca juga: Penipuan Online Dominasi Kejahatan Siber di Jakarta, Kerugian 2025 Tembus Rp4,3 Triliun

"Bahkan, kita coba buka aplikasi WOW di situ sudah disiapkan tapi terbatas, lalu perusahaan dari Indonesia menambahkan secara manual,” ungkapnya, dikutip dari TribunJogja.com.

Kasus love scaming akan dikembangkan termasuk menelusuri warga China yang mengembangkan aplikasi.

“Kami sudah menghubungi Hubinter yang akan berkomunikasi dengan interpol,” tandasnya.

Para karyawan dibagi menjadi tiga sif dan setiap sif dapat menghasilkan 2 juta koin per bulan,

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini