TRIBUNNEWS.COM - Kasus Influenza A (H3N2) subclade K terdeteksi di daerah.
Penyakit flu yang disebut masyarakat sebagai "super flu" ini, terdeteksi di 10 pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat di bawah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Satu pasien dilaporkan meninggal dunia dan dua pasien lainnya sempat mengalami kondisi yang berat.
Ketua Tim Pinere RSHS, Yovita Hartantri menuturkan, korban super flu ini meninggal karena disebabkan adanya penyakit penyerta seperti stroke, gagal jantung, dan infeksi gagal ginjal.
"Satu yang masuk ruang intensif harus dinyatakan meninggal karena disebabkan ada komorbid lain seperti stroke, ada gagal jantung , terakhir karena ada infeksi kena gagal ginjal juga,"
"Jadi apakah itu langsung disebabkan karena virus, kita tak bisa menyatakan karena memang dia mempunyai komorbid yang banyak," ucapnya.
Sementara itu, Direktur Medik dan Keperawatan RSHS, Iwan Abdul Rachman mengatakan bahwa istilah "super flu" bukanlah terminologi resmi.
Istilah tersebut digunakan masyarakat untuk menggambarkan infeksi influenza yang dirasakan lebih berat, lebih lama, atau penyebarannya cepat.
Meski begitu, ia menuturkan bahwa tren infeksi ini telah menurun di semua daerah.
"Jadi kita tak perlu panik dengan situasi ini, saat ini trennya cenderung menurun di semua daerah," ujarnya, dikutip Kompas.com.
Pemkot Bandung Siapkan Ruang Isolasi
Muhammad Farhan selaku Wali Kota Bandung mengatakan, pihaknya bersama Dinkes Kota Bandung telah menyiapkan ruang isolasi.
Baca juga: Menkes soal Super Flu: Hati-hati tapi Jangan Panik, Flu Biasa Tak seperti Covid-19
"Apabila memang ada yang terindikasi mengidap super flu di Kota Bandung, kita sudah siapkan di RSUD tempat isolasi yang sangat baik," ujar Farhan di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu (7/1/2026).
Mengutip TribunJabar.id, Kepala Dinkes Kota Bandung, Sony Adam menuturkan, pihaknya telah mengambil sampel dari pasien dan dikirimkan ke Kemenkes.
"Kemudian sampel itu dikirim ke Kementerian Kesehatan di Kementerian Kesehatan diperiksa dengan alat yang canggih Kemudian di feedback-an. Untuk virus super flu ini belum ada feedback dari Kementerian Kesehatan," ujarnya beberapa waktu lalu.
Menteri Kesehatan: Jangan Panik, Flu Biasa
Sementara itu, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengimbau tetap waspada terkait dengan influenza A (H3N2) subclade K atau super flu ini.
Baca tanpa iklan