Flu tipe ini sendiri sebelumnya meluas di Amerika Serikat seiring datangnya musim dingin.
Kemenkes RI sedikitnya telah mencatat 62 kasus hingga akhir Desember 2025.
Meski begitu, Menkes mengatakan bahwa masyarakat tak perlu panik, karena flu ini dinilai flu biasa.
Fuli tipe ini bukanlah virus mematikan, bahkan ia lebih khawatir masyarakat terkena penyakit menular seperti campak.
"Jadi ini sebetulnya virus H3N2, udah lama adanya udah puluhan tahun kita lihat ada," ujarnya, Rabu (7/1/2026).
"Nah kemudian dia keluar varian baru, istilahnya subclade K. Dia penularannya cepat tapi (tingkat) kematiannya sangat rendah," imbuhnya.
Ia menuturkan, kasus ini biasanya terjadi di musim dingin dan bisa diobati dengan pengobatan biasa.
“Di Indonesia kita sudah identifikasi yang saya lihat laporan terakhir masih puluhan, enggak parah sih, artinya bisa dengan pengobatan biasa," ucap Budi.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Pemkot Bandung Siapkan Ruang Isolasi di RSUD Jika Ada Warga Terkena Super Flu
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto/Suci Bangun Dwi Setyaningsih)(TribunJabar.id, Hilman Kamaludin)(Kompas.com, Agie Permadi)
Baca tanpa iklan