TRIBUNNEWS.COM - Selama beberapa tahun terakhir, fenomena sinkhole terus terjadi di berbagai wilayah Indonesia.
Dikutip dari geologi.esdm.go.id, sinkhole atau lubang runtuhan terjadi secara tiba-tiba ketika atap rongga bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya, sehingga runtuh dan membentuk lubang besar di permukaan tanah.
Berdasarkan catatan Tribunnews, di Indonesia sendiri berbagai wilayah pernah dilaporkan terkait kemunculan sinkhole.
Pada September 2023, sinkhole muncul di tengah jalan di Dusun Cebok, Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, Bali.
Lubang tersebut menyebabkan akses jalan utama yang merupakan jalur pariwisata antara Tegallalang dan Tampaksiring terputus total.
Pada November 2024, lubang misterius muncul di aliran Sungai Kalisat Dusun Kaliandong, Blitar.
Bagian yang membuat geger, Sinkhole tersebut menyedot air sungai hingga kering.
Setahun setelahnya tepatnya pada Februari 2025, sinkhole kembali muncul.
Kali ini di jalan utama Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Lubang sedalam 8 meter itu menyebabkan gangguan lalu lintas di area tersebut.
Di awal tahun 2026, sinkhole menggegerkan warga Jorong Tepi, Nagari Situjuh Batuah, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar), pada pada Minggu (4/1/2026).
Sinkhole tersebut muncul di sawah milik seorang warga bernama Adrolmios (61).
Kedalaman sekitar enam hingga tujuh meter dengan lebar mencapai sepuluh meter.
Baca juga: Amankah Air Sinkhole Dikonsumsi? Ahli Sebut Kejernihan Tak Bisa Jadi Patokan Keamanan
Keluar Air, Dipercaya Berkhasiat
Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Limapuluh Kota, Rahmadinol menjelaskan, sebelum terbentuk lubang, warga mendengar suara gemuruh.
Baca tanpa iklan