News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

5 Populer Regional: Jasad Pramugari Florencia Teridentifikasi - Jaksa Agung Bela Guru Tri Wulansari

Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BERITA POPULER REGIONAL - Berikut rangkuman berita populer regional dimulai jasad pramugari Florencia teridentifikasi hingga Jaksa Agung bela guru Tri Wulansari.

TRIBUNNEWS.COM - Berita populer regional dimulai dari teridentifikasinya jasad korban jatuhnya pesawat pesawat ATR 42-500.

Korban kedua ini dipastikan adalah Florencia Lolita Wibisono (33).

Ia diketahui beralamat di OAK Tower A Unit 216 Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Kemudian kasus guru bernama Tri Wulansari jadi tersangka setelah cukur rambut siswa.

Dirinya kemudian mencari keadilan hingga Komisi III DPR RI.

Terbaru, Jaksa Agung ST Burhanuddin, membela Tri. Ia berjanji akan menyetop perkara tersebut.

Berikut rangkuman berita populer regional selengkapnya selama 24 jam terakhir:

1. Sidik Jari Pramugari Florencia Masih Terbaca, Jenazah Akan Diserahkan ke Keluarga

Jasad Florencia Lolita Wibisono (33) korban kedua pesawat ATR 42-500 diidentifikasi berdasarkan sidik jari.

Jenazah Florencia masih berada di Posko Ante Mortem Biddokkes Polda Sulawesi Selatan, Jalan Kumala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kepala Kepala Pusat Identifikasi (Kapusindent) Bareskrim Polri Brigjen Pol Mashudi menjelaskan jenazah Florencia masih dalam kondisi bagus.

Sehingga papiler sidik jari masih bisa terbaca. Papillary ridges merujuk garis-garis menonjol pada jari

"Sehingga kami langsung ambil sidik jari dengan peralatan yang kami miliki bisa membaca identitas bersangkutan," kata Brigjen Pol Mashudi dalam konferensi pers di Biddokes Polda Sulsel pada Rabu (21/1/2026) pukul 11.30 wita

Jenazah Florencia Lolita Wibisono telah ditemukan di jurang Bulusaraung, Pangkep
Dijelaskan, pembuktian dilanjutkan dengan mengambil sampel pembanding.

Sidik jari jempol tangan kiri korban dibandingkan dengan data miliki tim.

"Tetapi untuk buktikan secara sains kami melakukan pembandingan yaitu mengambil sidik jari jempol tangan kiri dan pembandingan dengan data pembanding. Sebagaimana disampaikan, misalnya sidik jari pada postmortem dan sidik jari pembanding," kata Brigjen Pol Mashud.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini