News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pesawat ATR Indonesia Air Jatuh

Tim SAR Temukan Jenazah Perempuan Berseragam Pramugari di Pinggir Air Terjun

Penulis: Erik S
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PESAWAT JATUH - Komandan Tim Elang 6 Letnan Dua TNI FS Siregar diwawancarai di depan Posko SAR Gabungan di Kantor Desa Tompobulu, Kecamatan Ballocci, Kabupaten Pangkep, Sulsel, Kamis (22/1/2026). Satu jenazah yang berhasil dievakuasi diduga Pramugari.

Sejak pukul 06.30 Wita, pihaknya telah menggelar briefing penerbangan bersama satuan udara yang terlibat dalam operasi pencarian dan evakuasi.

Baca juga: 9 Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Sudah Ditemukan, 1 Lagi Masih Dicari

“Berdasarkan paparan BMKG, pukul 08.00 hingga 11.00 Wita menjadi window time terbaik. Pada ketinggian maksimal 5.000 feet, pertumbuhan awan relatif minim, hanya awan scatter,” ujar Arifaini, Jumat, (23/1/2026). 

Dengan kondisi tersebut, helikopter memungkinkan mengevakuasi lima jenazah korban langsung dari puncak Gunung Bulusaraung yang berada di ketinggian sekitar 4.000 hingga 4.200 feet.

Ia menuturkan, jalur evakuasi darat menuju helipad di bawah dinilai tidak efektif karena membutuhkan waktu sekitar tiga jam.

“Kita lihat sendiri, satu jam saja cuaca bisa berubah sangat cepat, apalagi tiga jam,” katanya.

Sejak pukul 05.00 Wita, tim SAR sudah bergerak dari bawah membawa lima paket jenazah menuju puncak gunung.

Proses penarikan dari lereng ke puncak diperkirakan memakan waktu hingga tiga jam.

“Kami targetkan pukul 08.00 sampai 09.00 Wita sudah tiba di puncak. Di saat itu helikopter sudah standby untuk penjemputan,” jelasnya.

Dalam operasi ini, dua helikopter milik Basarnas dan TNI AU dikerahkan.

Evakuasi dilakukan bertahap tanpa menunggu seluruh korban terkumpul di puncak.

“Begitu satu atau dua jenazah tiba di puncak, langsung dijemput helikopter. Satu heli lainnya disiapkan untuk korban berikutnya,” ungkapnya.

Satu jenazah korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 berhasil dievakuasi menggunakan helikopter Rescue Basarnas Dauphin AS-365 N3 dari kawasan Gunung Bulusaraung menuju Lanud Sultan Hasanuddin, Rabu (21/1/2026). Jenazah dibawa ke RSAU dr. Dody Sardjoto untuk proses identifikasi awal sebelum dibawa ke posko DVI di RS Bhayangkara. (Puspen TNI) (/Puspen TNI)

Selain itu, pesawat modifikasi cuaca dijadwalkan terbang lebih awal untuk menekan pertumbuhan awan di area evakuasi.

Arifaini menambahkan, upaya penjemputan langsung ke titik korban sebelumnya terkendala faktor keselamatan penerbangan.

“Pertumbuhan awan sangat cepat. Pandangan pilot hanya sekitar 15 meter dan berada di sisi tebing. Dari aspek keselamatan, tidak memungkinkan helikopter masuk ke titik itu,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, satu korban sebelumnya telah berhasil dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Makassar melalui jalur darat pada malam hari.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini