News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pesawat ATR Indonesia Air Jatuh

Sidik Jari Masih Bisa Terbaca, Jenazah Pramugari Esther Aprilita Teridentifikasi

Editor: Erik S
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PESAWAT JATUH - Tim SAR gabungan menjaga kantung jenazah  korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di lereng pegunungan Bulusaraung Kabupaten Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan pada Jumat (23/1/2026) sebelum dievakuasi menggunakan helikopter. (HO/Humas Kantor SAR Makassar)

 

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Jenazah Esther Aprilita Sianipar pramugari pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan berhasil teridentifikasi, Jumat (23/1/2026).

Korban teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, properti dan ciri medis cocok dengan nomor ante mortem 002 atas nama Ester Aprilita.

Kantong jenazah Esther Aprilita teregister dengan nomor PM 62 B 04.

Esther Aprilita beralamat di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Tim gabungan sudah berhasil mengidentifikasi total tiga korban," ujar Kabid Dokkes Polda Sulsel, Kombes Muhammad Haris.

Kepala Pusat Identifikasi (Kapusident) Bareskrim Polri, Brigjen Mashudi, mengatakan jenazah Esther Aprilita masih dalam kondisi utuh.

"Kondisinya masih bagus, sehingga tangan atau sidik jarinya masih bisa terbaca," kata Brigjen Mashudi.

Dari 10 manifes pesawat, sejauh ini tiga korban yang berhasil diidentifikasi.

Mereka Florencia Lolita Wibisono (pramugari) dan Deden Maulana dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Tujuh jenazah lainnya juga telah ditemukan Tim SAR dan sudah berada di DVI Biddokkes Polda Sulsel.

Tim DVI masih melakukan proses identifikasi terhadap tujuh kantong jenazah yang diterima.

Chat Terakhir

Adi Saputra korban sebelumnya telah berada di Makassar mengikuti perkembangan pencarian dan evakuasi.

KORBAN PESAWAT JATUH - Suasana rumah keluarga pramugari Esther Aprilita di Bogor, salah satu orang di dalam pesawat ATR yang hilang kontak di Maros, Sulawesi Selatan, Senin (19/1/2026) (Tribunnews.com/TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Adi Saputra mengaku telah menjalani pengambilan sampel DNA di RS Bhayangkara Makassar pada malam sebelumnya sebagai bagian dari prosedur identifikasi korban.

Sementara itu, ibunda Esther, J Siburian, mengungkapkan bahwa ia masih sempat berkomunikasi dengan putrinya sehari sebelum kecelakaan terjadi.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini