TRIBUNNEWS.COM - Keluarga almarhum Rusdamdiansyah alias Dandi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan berupaya bangkit setelah duka yang menimpa mereka.
Mereka mencoba bertahan hidup dengan cara mengelola kios.
Kios itu menyediakan kebutuhan bagi warga yang tinggal di Perumahan Grand Sulawesi, Romang Lompoa, Gowa. Kios itu dikelola Saerah, ibu almarhum, bersama Putri, adik Dandi, dan suaminya Reza.
Setiap hari, mereka melayani kebutuhan digital warga sekitar, mulai dari pembelian pulsa hingga transaksi sederhana lainnya, yang kini menjadi sumber penghasilan utama keluarga.
Dandi adalah driver Grab yang tewas dikeroyok massa saat kericuhan aksi di depan Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI), Jumat (29/8/2025).
Ia meninggal secara tragis setelah dituding massa sebagai intel.
Saerah mengaku, menjalani hari-hari setelah kepergian anaknya bukan perkara mudah. Namun keberadaan kios tersebut perlahan membantu keluarga menata kembali kehidupan.
“Kami masih berusaha menerima kehilangan ini. Tapi dengan adanya kios ini,” ujar Saerah dalam keterangannya pada Minggu (25/1/2026).
Bagi keluarga Dandi, kios kecil itu lebih dari sekadar tempat usaha.
Ia menjadi simbol harapan baru dan pengingat bahwa di tengah kehilangan, masih ada kesempatan untuk kembali bangkit dan menatap hari esok.
“Kami punya kegiatan dan penghasilan untuk melanjutkan hidup,” ujarnya.
Baca juga: Demo Ojol di Solo Ricuh, Tembakan Gas Air Mata Buyarkan Selter Manahan, Padahal Sempat Damai
Tindaklanjut Kunjungan Grab
Upaya pemberian Mios itu merupakan tindaklanjut dari kunjungan Group CEO & Co-Founder Grab, Anthony Tan, saat mengunjungi keluarga almarhum beberapa waktu lalu.
Dalam kunjungan tersebut, Anthony Tan menegaskan pentingnya memastikan keluarga mitra tetap mendapatkan dukungan untuk melanjutkan kehidupan setelah peristiwa duka.
"Tidak banyak yang bisa saya katakan. Ini adalah waktu yang sangat sedih. Dandi telah bersama kami selama tujuh tahun, bukan hanya sebagai mitra yang baik, tapi juga pribadi yang baik bagi komunitas. Tidak ada yang pantas mengalaminya," ujar Anthony di hadapan keluarga ketika itu.
Pihaknya tidak hanya hadir sebagai perusahaan, tapi juga sebagai keluarga besar yang merasa kehilangan.
Baca tanpa iklan