News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Berita Viral

Pedagang Sate Berguling-guling di Trotoar Malioboro, Aturan Harus Ditegakkan demi Kota Lebih Tertata

Penulis: Nanda Lusiana Saputri
Editor: Suci BangunDS
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Kawasan Malioboro, Daerah Istimewa Yogyakarta bukan hanya sekadar pusat aktivitas ekonomi lokal, melainkan juga ikon pariwisata nasional yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan simbolik bagi Indonesia.

Setiap tahun, jutaan wisatawan domestik dan mancanegara mengunjungi kawasan ini, menjadikannya etalase wajah Indonesia di mata dunia.

Oleh karena itu, upaya penertiban pedagang di kawasan Malioboro terus dilakukan agar kota lebih tertata.

Namun, tak jarang, penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang dilakukan pemerintah daerah kerap memunculkan perdebatan. 

Di satu sisi, PKL merupakan bagian dari denyut ekonomi rakyat kecil yang berkontribusi terhadap perputaran ekonomi dan penyediaan lapangan kerja. 

Namun di sisi lain, penggunaan ruang publik yang tidak tertata berpotensi mengganggu kenyamanan, keselamatan, serta citra kawasan strategis nasional yang seharusnya dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Seperti yang baru-baru ini terjadi Kawasan Malioboro. 

Dalam sebuah video yang viral di media sosial, tampak penjual sate ayam di Kawasan Malioboro berteriak histeris hingga berguling-guling.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (27/1/2026) malam.

Seorang pedagang sate terlihat tesungkur dan meraung-raung di atas trotoar, tepatnya di sisi selatan pertigaan menuju Jalan Suryatmajan.

Pada foto dan video yang beredar di media sosial, wanita yang mengenakan daster motif bunga dan kerudung merah muda itu tampak berguling di samping bangku pedestrian.

Baca juga: Viral Pengemis Sembur Asap Rokok ke Wisatawan Malioboro jika Tak Diberi Uang, Satpol PP Sebut ODGJ

Aksi pedagang sate itu disaksikan sejumlah petugas Satpol PP dan pengunjung yang memadati kawasam Malioboro.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan mengatakan, dinamika di lapangan seperti aksi protes maupun kepanikan pedagang adalah bagian dari tantangan penegakan aturan.

Wawan menerangkan, untuk mewujudkan Kawasan Malioboro yang tertata, diperlukan kesabaran dan konsisten.

"Memang memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya para PKL untuk mentaati aturan, tetap butuh sabar."

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini