TRIBUNNEWS.COM - Driver ojek online (ojol) rentan mengalami kecelakaan lalu lintas hingga kekerasan fisik yang berujung kematian.
Di Kabupaten Jayapura, Papua, driver ojol berinisial SL (36) tewas dianiaya pada Kamis (25/9/2025) lalu.
Tiga pelaku ditangkap setelah merampas sepeda motor, handphone serta dompet korban.
Sementara itu, di Bandar Lampung, driver ojol bernama Indradjaja (61) ditemukan tewas dalam kondisi tak wajar pada Sabtu (7/2/2026).
Kepala korban terbungkus plastik dan jasad tergeletak di kamar kos.
Korban merupakan perantau asal Tangerang, Banten yang baru dua hari menginap di kamar kos.
Penyidik belum dapat mengungkap penyebab kematian korban karena masih proses penyelidikan.
Olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan tim inafis Polresta Bandar Lampung.
Sejumlah barang yang diamankan seperti tas, kotak sampah hingga bungkus sisa makanan.
Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigih Andri Putranto, menyatakan terdapat luka lebam di wajah korban.
"Namun, apakah korban meninggal akibat penganiayaan atau sebab lain, kami masih menunggu hasil pemeriksaan dokter forensik,” paparnya, Minggu (8/2/2026).
Baca juga: Awal Mula Penemuan Jasad Bocah dalam Karung di Cilacap, Tak Ditemukan Tanda Kekerasan
Pihaknya melakukan penyelidikan dengan metode Scientific Crime Investigation (SCI).
“Korban berada di kamar sendirian. Kami mengimbau agar tidak ada asumsi liar, karena proses penyelidikan masih berjalan,”lanjutnya.
Jenazah telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Bandar Lampung untuk menjalani visum luar.
"Guna mengetahui apakah korban merupakan korban pembunuhan atau bukan," tandasnya.
Baca tanpa iklan