TRIBUNNEWS.COM - Indonesia dikenal sebagai negara dengan ratusan gunung aktif dan tidak aktif yang menjadi daya tarik wisata alam.
Setiap tahun, minat masyarakat untuk mendaki gunung terus meningkat, terutama di kalangan generasi muda.
Namun, peningkatan jumlah pendaki tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan kesadaran keselamatan, kesiapan fisik, dan pemahaman risiko medan alam.
Tragedi pendaki meninggal tidak hanya terjadi di satu gunung atau satu provinsi. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus serupa tercatat di berbagai wilayah.
Kasus pendaki meninggal dunia di gunung kembali terjadi dan menambah daftar panjang tragedi di kawasan pegunungan Indonesia.
Tragedi itu menimpa Yazid Ahmad Firdaus (26), warga Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Ia ditemukan meninggal dunia di jalur pendakian Bukit Mitis, Selasa (10/2/2026) setelah 23 hari dilaporkan hilang.
Yazid pertama kali dilaporkan hilang di Bukit Mongkrang, Kabupaten Karanganyar pada Minggu (18/1/2026).
Proses pencarian oleh tim SAR gabungan berjalan panjang, bahkan sempat ditutup pada Sabtu (31/1/2026).
Namun, proses pencarian mandiri masih terus dilakukan hingga akhirnya Yazid ditemukan.
Ditemukannya Yazid membuat keluarga lega, terutama bagi sang ibunda, Rustiningsih.
Baca juga: Kronologi Lengkap Hilangnya Yazid Ahmad Firdaus di Mongkrang, Ditemukan setelah 23 Hari
Saat Yazid ditemukan, Rustiningsih tengah menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci.
"Iya betul, ibu lagi umrah," kata kakak perempuan Yazid, Asytari Fauziah melalui pesan singkat kepada TribunSolo.com.
Adapun tujuan Rustiningsih ke Tanah Suci selain menjalankan ibadah umrah juga untuk mendoakan agar putranya bisa segera ditemukan.
Rustiningsih berangkat umrah sejak 3 Februari 2026, dan hingga saat ini masih berada di Tanah Suci.
Baca tanpa iklan