News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Wisata Terbengkalai Kampung Gajah Bandung Barat, Jadi TKP Pembunuhan Pelajar SMP

Penulis: Lanny Latifah
Editor: Bobby Wiratama
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

 

TRIBUNNEWS.COM - Nama Kampung Gajah kembali menjadi sorotan setelah penemuan jasad seorang pelajar SMP di kawasan bekas objek wisata yang sudah tidak beroperasi itu, Jumat malam (13/2/2026).

Lokasi yang dulu menjadi tempat rekreasi keluarga kini berubah menjadi latar tragedi yang menggemparkan warga sekitar.

Kampung Gajah yang terletak di Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, pernah menjadi salah satu destinasi wisata populer di wilayah Bandung sejak berdirinya pada 2009.

Saat itu, tempat yang dibangun di lahan seluas 60 hektar tersebut dipenuhi wahana rekreasi dan menjadi tujuan favorit wisatawan lokal maupun luar kota.

Namun, setelah sekitar sembilan tahun beroperasi, objek wisata ini resmi ditutup total pada Mei 2018.

Sejak saat itu, Kampung Gajah menjadi terbengkalai, menyisakan bangunan yang rusak, wahana yang berkarat dan ditumbuhi semak belukar.

Kini, bekas Kampung Gajah sering dijelajahi oleh para pemburu konten misteri karena kondisi tempatnya yang sunyi, yang kemudian menjadi saksi bisu penemuan jasad seorang pelajar.

Kronologi Penemuan Jasad Pelajar SMP

Penemuan jasad pelajar SMP ini bermula ketika dua orang konten kreator tengah melakukan syuting di kawasan eks wisata Kampung Gajah pada Jumat (13/2/2026) malam. 

Saat berada di area yang dipenuhi semak belukar dan bangunan terbengkalai, keduanya mencium bau menyengat yang tidak biasa.

Kapolres Cimahi, AKBP Niko Nurallah Adi Putra mengatakan, saat itu saksi mencium bau menyengat, setelah ditelusuri ternyata bau tersebut berasal dari sesosok mayat di salah satu area bekas objek wisata Kampung Gajah.

Baca juga: Skenario Pembunuh Siswa SMP di Kampung Gajah: Bohongi Pak RT, Rusak HP Korban untuk Hilangkan Jejak

Saksi yang terkejut dengan temuan tersebut segera melaporkannya kepada petugas keamanan (security) yang berjaga tak jauh dari lokasi.

"Selanjutnya saksi melaporkan penemuan tersebut ke pihak security, dan selanjutnya melaporkan ke pihak kepolisian," ujar Niko, Sabtu (14/2/2026).

Mendapatkan laporan itu, aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Setelah proses identifikasi awal, jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih guna dilakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini