News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Aksi Reformasi Polri

Nasib 3 Mahasiswa Ditangkap saat Aksi Selasa Malam di Polda DIY

Editor: Theresia Felisiani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

 

TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN - Tiga mahasiswa yang sempat diamankan oleh polisi berpakaian preman dalam aksi unjuk rasa di depan Mapolda DIY, pada Selasa (23/2/2026) malam dikembalikan kepada pihak rektorat.

Penyerahan ini dilakukan setelah kepolisian berkoordinasi dengan pihak kampus, terkait keterlibatan mahasiswanya dalam aksi demonstrasi yang menuntut adanya perbaikan institusi Polri sekaligus mendoakan para korban kekerasan aparat. 

Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan mengatakan ketiga mahasiswa tersebut telah diserahkan kepada pihak rektorat pada Selasa (23/2/2026) malam sekira pukul 22.30 WIB. 

"Kami tekah menyerahkan kepada pihak rektorat yang sebelumnya telah kami hubungi, kami koordinasikan untuk menjemput mahasiswanya. Saat ini sudah pulang atau meninggalkan Mapolda," kata Ihsan. 

Terkait jalannya aksi, mantan Kapolres Bantul ini menyayangkan demontrasi yang berlangsung di depan Markas Polda DIY itu berakhir ricuh dan disertai rusaknya pagar sisi timur.

Meski demikian, secara umum situasi dapat dikendalikan berkat sinergi antara petugas Kepolisian dengan masyarakat.

Baca juga: Aksi Demonstrasi di Depan Polda DIY Berujung Ricuh, Peserta Aksi Ditangkap

Ihsan menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada masyarakat DIY termasuk unsur jaga warga yang turut bersinergi bersama aparat kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di DIY.

Ia mengapresiasi pola pendekatan kultur budaya Jawa dengan mengedepankan kearifan lokal.

Juga mengapresiasi kesabaran petugas untuk bertahan dan tetap persuasif dalam menghadapi massa yang disebut mulai bertindak anarkis. 

 

Suara Ledakan Bersumber dari Petasan

Terkait suara ledakan, kata Ihsan, informasi yang beredar suara tersebut bersumber dari tembakan gas air mata ataupun tembakan peringatan, ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. 

"Kami tegaskan selama kegiatan pengamanan berlangsung, petugas kami tidak dilengkapi dengan senjata. Adapun suara yang terdengar merupakan suara petasan yang dibawa oleh massa aksi," kata Ihsan. 

Dalam kesempatan tersebut, Ihsan juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban atas peristiwa yang terjadi di Tual, Maluku, yang menjadi latar belakang dari aksi tersebut.

"Kami dari Polda DIY turut berbelasungkawa yang mendalam untuk keluarga korban terkait peristiwa yang terjadi di Tual, Maluku. Semoga almarhum diterima amal ibadahnya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," ujar dia.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini