Hal ini dilakukan agar cerita wayang lebih mudah dipahami oleh penonton dari berbagai kalangan.
Sesekali ia juga menyisipkan bahasa yang lebih santai selama tidak keluar dari pakem yang ada.
“Bahasa gaul bisa disisipkan, asalkan tidak terlalu melenceng dari koridor yang ada,” ujarnya.
Werkudara Jadi Tokoh Favorit
Di antara banyak tokoh dalam dunia pewayangan, Dani memiliki satu tokoh yang paling ia sukai, yaitu Werkudara atau Bima.
Menurutnya, tokoh tersebut memiliki karakter yang kuat dan penuh kejujuran.
“Werkudara itu orangnya jujur dan tidak suka bertele-tele. Dia kelihatannya kasar, tapi sebenarnya baik,” kata Dani.
Karakter tersebut, menurut Dani, menjadi salah satu contoh nilai yang dapat dipetik dari cerita pewayangan.
Tantangan Dalang di Era Digital
Menjadi dalang di era modern juga menghadirkan tantangan tersendiri.
Dani menyadari bahwa perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup masyarakat membuat seni tradisi perlu beradaptasi dengan zaman.
Ia menilai tantangan terbesar saat ini adalah membuat pertunjukan wayang tetap diminati di tengah banyaknya hiburan modern.
"Tantangannya lebih ke bagaimana menarik generasi muda agar lebih cinta terhadap wayang."
"Sekarang semuanya serba cepat, jadi kadang kita juga menyesuaikan dengan memasukkan unsur-unsur yang sedang populer,” ujar anak pertama dari dua bersaudara itu.
Meski demikian, Dani melihat perkembangan yang cukup positif.
Menurutnya, minat masyarakat terhadap wayang mulai meningkat dibandingkan sebelumnya.
Media sosial juga turut membantu mempromosikan pertunjukan wayang kepada masyarakat yang lebih luas.
Baca tanpa iklan