Ringkasan Berita:
- Sebuah SPBU di Jalan Teuku Umar, Jember diduga menyalahgunakan sekitar 4.000 liter solar subsidi dengan mengangkutnya menggunakan truk.
- SPBU tersebut disegel oleh polisi bersama perwakilan DPR RI dan BPH Migas untuk penyelidikan lebih lanjut.
- Wakil Ketua Komisi XII DPR meminta izin operasional SPBU dicabut karena solar subsidi seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat seperti nelayan
TRIBUNNEWS.COM, JEMBER - Pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Teuku Umar, kawasan Tegal Besar, Kabupaten Jember, Jawa Timur, diduga mencuri 4.000 liter solar subsidi.
SPBU tersebut disegel pada Sabtu (14/3/2026). 4.000 liter solar subsidi itu diduga diangkut menggunakan truk pada Sabtu dini hari.
Penyegelan dilakukan oleh jajaran Polisi bersama Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Fraksi Partai Gerindra Bambang Haryadi serta perwakilan BPH Migas.
Wakapolres Jember, Ferry Dharmawan, mengatakan dugaan penyalahgunaan solar subsidi terjadi pada malam hingga dini hari.
“Tadi malam ada dugaan penyalahgunaan BBM, dari subsidi ke non-subsidi. Kami sepakat untuk sementara SPBU ini akan kita segel dulu untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ungkap Ferry.
Ia menegaskan penyegelan dilakukan mempermudah proses penyelidikan hingga pihak yang terlibat dalam penyelewengan tersebut terungkap.
“BBM subsidi harus jatuh ke tangan masyarakat yang berhak, bukan disalahgunakan oleh oknum tertentu,” tambahnya.
Izin Operasional Dicabut
Bambang Haryadi menyebut ribuan liter solar subsidi tersebut seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak, seperti nelayan dan sektor tertentu.
“Bayangkan sekitar 4.000 liter diangkut truk yang kabur itu. Harusnya diperuntukkan untuk masyarakat, untuk nelayan atau masyarakat yang memang menjadi sasaran,” katanya.
Bambang meminta Pertamina mencabut izin operasional SPBU tersebut karena dianggap memfasilitasi tindak pidana pencurian BBM.
Selama proses penyegelan berlangsung, Bambang juga menyarankan warga sekitar untuk sementara membeli BBM di SPBU lain yang terdekat.
“SPBU ini sudah melakukan pencurian, saya minta ke Pertamina SPBU ini kita tutup. Tidak boleh beroperasi sampai penyidikannya jelas. Tapi semua kuotanya kami alihkan ke situ (SPBU terdekat),” ujarnya.
CCTV SPBU Dilaporkan Rusak
Berdasarkan pantauan di lapangan, tim dari DPR RI, Polres Jember, dan BPH Migas melakukan pengecekan rekaman CCTV di kantor SPBU untuk menelusuri kejadian dini hari tersebut.
Baca juga: Tidak Semua Rest Area di Tol Trans Jawa Dilengkapi SPBU
Namun saat pengecekan dilakukan, petugas SPBU menyampaikan perangkat CCTV dalam kondisi rusak.
SPBU Nakal di Bogor
Penyegelan SPBU sebelumnya terjadi di SPBU 34.431.11 di Jalan Alternatif Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, karena melakukan kecurangan, Rabu (19/3/2025).
Penyegelan tersebut dilakukan setelah ditemukan bukti bahwa pengelola SPBU telah mengurangi takaran BBM jenis Pertalite dan Pertamax dengan cara yang sangat canggih—menggunakan perangkat elektronik yang dapat dioperasikan dari jarak jauh melalui ponsel.
kecurangan tersebut dilakukan dengan menambah perangkat elektronik yang dipasang pada kabel dispenser yang terhubung ke pompa pengukur.
Perangkat ini bisa dikendalikan melalui aplikasi di ponsel, memungkinkan pengawas SPBU untuk menurunkan takaran BBM secara jarak jauh.
Takaran bensin bisa berkurang rata-rata 4 persen, atau sekitar 750 ml untuk setiap 20 liter.
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunjatim-timur.com dengan judul SPBU di Jember Disegel Polisi, Diduga Terlibat Pencurian 4.000 Liter Solar Subsidi
Baca tanpa iklan