TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Macet horor terjadi di jalur mudik menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali.
Antrean kendaraan pada 16 Maret masih didominasi mobil pribadi dan sempat mengular hingga Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, sekitar 20 kilometer dari pelabuhan.
Total penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa dari Pelabuhan Gilimanuk mulai H-10 sampai H-7 tercatat 152.224 orang atau turun 11,7 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 172.419 orang.
Menurut informasi terakhir yang diperoleh Tribun Bali, antrean kendaraan sempat menyentuh di Kecamatan Negara pada dini hari. Namun kemarin, antrean masih di Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya atau berjarak sekitar 20 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk.
Artinya arus mudik masih terus meningkat sejak kemarin hingga saat ini.
Sementara pantauan di lapangan, jalur khusus untuk sepeda motor justru masih tampak lengang.
Namun begitu, suasana di jalur utama masuk ke Terminal Kargo Gilimanuk dan gang pemukiman warga masih penuh.
“Saya berangkat jam 12 malam kemarin. Tiba di sini (Terminal Kargo Gilimanuk) jam 17.00 WITA,” ucap seorang sopir travel, Ipung (50) saat ditemui Tribun Bali, kemarin.
Dia mengakui, tahun ini merupakan kondisi macet paling parah dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebab, jika sebelumnya kemacetan hanya sampai di Hutan Cekik atau berjarak sekitar 5-7 kilometer.
“Kami harap ke depannya tak seperti ini lagi,” harapnya.
Pemudik lain Dewi (56) mengakui berangkat dari rumahnya di Jembrana pukul 09.00 WITA. Namun dia serta keluarganya justru terjebak macet panjang.
Baca juga: Penyebab Kemacetan Parah di Pelabuhan Gilimanuk Bali: Pemudik Ingin Hindari Penutupan saat Nyepi
Parahnya, sekitar pukul 05.00 pagi, dirinya baru masuk ke kawasan Terminal Manuver Pelabuhan Gilimanuk.
“Dari pagi ketemu dini hari baru masuk pelabuhan. Macetnya parah,” ucapnya.
Baca tanpa iklan