TRIBUNNEWS.COM - Berdekatannya waktu mudik, Lebaran Idul Fitri 2026, dan Hari Raya Nyepi di Bali membuat tumpukan kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk.
Banyak perantau yang mudik di waktu yang bersamaan hingga membuat kepadatan di arah menuju Pelabuhan Gilimanuk.
Bahkan, kemacetan mencapai puluhan kilometer karena mobilitas masyarakat yang tinggi.
Pelabuhan Gilimanuk sendiri masih terpantau padat per Selasa (17/3/2026) pagi.
Kepadatan menuju Gilimanuk sendiri sudah terpantau sejak Minggu (15/3/2026).
Perjalanan dari Denpasar menuju Gilimanuk yang bisa ditempuh dalam waktu lima jam, berubah jadi 20 jam.
Hal tersebut dikeluhkan oleh seorang pemudik bernama Winda Sari (32).
Ia yang bekerja di Denpasar tersebut harus menghadapi kemacetan panjang saat hendak menyeberang ke Banyuwangi, Jawa Timur.
Kepada TribunJatim.com, ia mengaku perjalanan mudik kali ini merupakan perjalanan terlama sepanjang hidupnya saat hendak pulang ke Malang, Jatim.
Winda mengatakan, total 20 jam perjalanan yang ia tempuh dari Denpasar menuju Gilimanuk bersama suami dan anaknya yang masih berusia dua tahun.
"Macet parah, naik bis, ditambah antre kapal. Total kemarin 20 jam perjalanan dari Denpasar sampai antre kapal," ujar Winda, Senin (16/3/2026).
Baca juga: Arus Mudik via Pelabuhan Gilimanuk Bali Masih Padat Merayap Selasa Pagi, Kendaraan Mengular
Ia kemudian akan melanjutkan perjalanan menuju Malang setelah sampai di Ketapang.
Pemudik lain, Ansori (43) bahkan rela turun dari bus yang terjebak macet.
Ia pun naik ojek untuk melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan.
"Antrean lebih dari 20 kilometer, jadi saya turun naik ojek. Kalau tidak begitu bisa ketinggalan kereta. Mending nunggu lama tapi di stasiun," ujar Ansori saat ditemui di Stasiun Ketapang, Banyuwangi.
Baca tanpa iklan