TRIBUNNEWS.COM - Car Free Day (CFD) di Jalan Slamet Riyadi, Surakarta (Solo), Minggu (29/3/2026) pagi dipadati warga yang berolahraga sekaligus berburu kuliner.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah “burger gentong”, jajanan berukuran jumbo yang ramai diburu pengunjung.
Penjual burger gentong, Amah Esti Qomariyah (37), mengatakan nama “gentong” diambil dari ukuran burger yang besar, menyerupai wadah tradisional Jawa yang biasa digunakan untuk menyimpan air atau beras.
“Karena ukurannya besar, jadi disebut gentong. Kalau orang Jawa kan gentong itu identik dengan ukuran besar,” ujarnya saat ditemui di lokasi CFD, pukul 07.30 WIB.
Berbeda dengan burger pada umumnya, produk ini memiliki diameter sekitar 15 sentimeter.
Selain ukuran, keunikan lain terletak pada bahan yang dibuat sendiri setiap hari, mulai dari roti, daging, hingga mayones.
“Semua dibuat sendiri. Dagingnya campuran ayam dan sapi, terus mayo-nya khas, nggak asem, tapi gurih,” jelasnya.
Burger gentong dijual dengan harga Rp18.000 untuk varian original dan Rp24.000 untuk varian dengan tambahan keju.
Dalam satu kali CFD, penjualan bisa mencapai sekitar 80 porsi dan kerap habis sebelum pukul 09.00 WIB.
“Biasanya dari buka sudah ramai. Bahkan sering belum sampai jam sembilan sudah habis,” katanya.
Meski demikian, Amah menyebut penjualan pada hari biasa justru lebih tinggi dibandingkan saat CFD.
Baca juga: Hari Ini di CFD Jakarta Ada Pendaftaran Kartu Layanan Gratis, Kuota Terbatas dan Cetak di Tempat
Dalam kondisi normal, setiap outlet bisa menjual hingga sekitar 100 porsi per hari.
Burger gentong merupakan usaha keluarga yang telah berjalan selama tujuh tahun dan kini memiliki empat outlet di wilayah Solo, di antaranya di Mojosongo, Jalan Bromo, kawasan Gondangrejo, dan Pucangsawit.
Pada hari biasa, usaha ini beroperasi mulai pukul 15.00 hingga 22.00 WIB.
Menurut Amah, kehadiran CFD tetap memberikan kontribusi tambahan bagi usaha mereka, terutama sebagai sarana memperluas jangkauan konsumen.
Baca tanpa iklan