News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dari Semar Mendem hingga Burger Jumbo, CFD Kota Solo Jadi Surga Kuliner

Penulis: Widya Lisfianti
Editor: Wahyu Gilang Putranto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

JAJANAN CFD SOLO - Foto ini diambil pada saat Car Free Day di Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (29/3/2026). Menampilkan kuliner jadul Semar Mendem dan Burger Gentong yang dijajakan di lokasi tersebut.

TRIBUNNEWS.COM - Suasana Car Free Day (CFD) di Jalan Slamet Riyadi, Surakarta, Jawa Tengah dipadati warga untuk berolahraga sekaligus berburu kuliner, Minggu (29/3/2026) pagi. 

Beragam jajanan, mulai dari tradisional hingga kekinian, menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah semar mendem, jajanan khas Solo berbahan dasar ketan isi ayam yang dibungkus telur dadar. 

Kuliner tradisional ini kembali diminati, terutama oleh pengunjung dari luar kota.

Salah satu penjaga stan, Putri Phella (29), mengatakan penjualan meningkat selama momen Lebaran. Dalam satu kali CFD, semar mendem yang dijual bisa mencapai 80 hingga 90 porsi.

“Lebih ramai, banyak orang luar yang tanya-tanya ini apa. Kadang orang Solo sendiri juga belum tahu jajanan ini,” ujarnya.

Menurutnya, waktu paling ramai terjadi sekitar pukul 08.00 WIB dan dagangan kerap habis sebelum CFD berakhir. 

Ia menyebut, mayoritas pembeli berasal dari kalangan orang tua yang rindu jajanan tradisional, meski kini mulai diminati anak muda.

“Biar orang muda juga tahu jajanan jadul, sekaligus mempertahankan makanan tradisional,” katanya.

KULINER CFD SOLO - Foto diambil di Car Free Day Surakarta di Jalan Slamet Riyadi pada Minggu (29/3/2026) yang menunjukkan salah satu penjaga stan kuliner jadul Semar Mendem, Putri Phella (29). (Tribunnews.com/Widya Lisfianti)

Tak hanya kuliner tradisional, jajanan inovatif juga menarik perhatian pengunjung. 

Baca juga: Kuliner Tradisional Masih Diminati, Semar Mendem Laris di CFD Solo

Salah satunya burger “gentong” berukuran jumbo yang dijajakan di lokasi yang sama.

Penjual burger gentong, Amah Esti Qomariyah (37), menjelaskan nama “gentong” diambil dari ukuran burger yang besar, menyerupai wadah tradisional Jawa.

“Karena ukurannya besar, jadi disebut gentong,” ujarnya.

Burger tersebut memiliki diameter sekitar 20 sentimeter dan dibuat dari bahan-bahan rumahan, mulai dari roti, daging, hingga mayones yang diracik sendiri. 

Daging yang digunakan merupakan campuran ayam dan sapi, dengan cita rasa mayones yang gurih.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini