TRIBUNNEWS.COM - Lonjakan harga plastik dalam beberapa hari terakhir mulai berdampak langsung pada para pelaku usaha kecil di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Untuk menyiasati biaya produksi yang membengkak, banyak pedagang makanan hingga perajin tempe kini beralih menggunakan daun pisang sebagai bahan pembungkus alternatif.
Fenomena ini membawa berkah tersendiri bagi para penjual daun pisang, terutama di Desa Kalipucang, Kecamatan Kalipucang.
Permintaan pasar dilaporkan meningkat tajam, tidak hanya datang dari wilayah lokal Pangandaran, tetapi juga merambah hingga ke daerah tetangga di Jawa Tengah.
Sutisman (58), salah seorang penjual daun pisang di Desa Kalipucang, mengungkapkan kegembiraannya atas situasi ini.
Ia menyebutkan bahwa pendapatannya meningkat hampir dua kali lipat sejak harga plastik meroket.
"Biasanya saya hanya membawa pulang sekitar Rp40 ribu, tapi sekarang bisa sampai Rp70 ribu per hari," ujar Sutisman saat ditemui di sela aktivitasnya, Selasa (14/4/2026).
Lonjakan tersebut terlihat jelas dari volume penjualan harian.
Dalam kondisi normal, Sutisman biasanya hanya menjual sekitar 50 ikat atau kompet per hari.
Baca juga: Harga Plastik Meroket dan Langka, Pengusaha Khawatir Kondisi Ekonomi RI: Ini Bisa Celaka
Kini, ia mampu memasok 90 hingga 100 ikat setiap harinya dengan harga yang tetap terjangkau, yakni Rp1.500 per ikat.
Keputusan para pelaku usaha untuk beralih ke daun pisang bukan tanpa alasan.
Selain harganya yang jauh lebih murah dibandingkan plastik, daun pisang dianggap lebih ramah lingkungan dan mudah didapat di pedesaan.
Bagi pedagang kuliner seperti penjual lontong, nasi, dan perajin tempe, penggunaan daun pisang juga memberikan nilai tambah berupa aroma khas yang memperkuat cita rasa makanan.
Meningkatnya tren penggunaan bahan alami ini pun kini menjadi angin segar bagi sektor ekonomi mikro di Pangandaran, di mana komoditas lokal mulai kembali menjadi primadona di tengah mahalnya bahan baku industri.
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Harga Plastik Meroket, Penjualan Daun Pisang di Pangandaran Meningkat Tajam,
Baca tanpa iklan