TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR – Peringatan tiga dekade tragedi April Makassar Berdarah (Amarah) di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Jalan Urip Sumoharjo, Jumat (24/3/2026), ricuh setelah terjadi bentrokan di luar dan dalam area kampus.
Ketegangan bermula saat sejumlah pengendara ojek online (ojol) mendatangi lokasi aksi dan membubarkan kerumunan demonstran yang sejak sore menutup akses jalan di sekitar kampus.
Penutupan ruas jalan tersebut memicu keresahan karena mengganggu arus lalu lintas di salah satu jalur utama Kota Makassar.
Dari arah Fly Over di sisi barat kampus UMI, sekelompok driver ojol kemudian bergerak mendekati lokasi aksi yang membuat mereka membuat massa demonstran panik dan berhamburan masuk ke area kampus.
Situasi semakin memanas ketika kedua kelompok terlibat aksi saling lempar batu di dalam lingkungan kampus.
Baca juga: Isi 5 Tuntutan Demo Mahasiswa UI di Mabes Polri, Soroti Kematian Siswa AT hingga Desak Copot Kapolri
Bentrokan tak terhindarkan dan sempat meluas ke salah satu ruas jalan protokol di sekitar lokasi kejadian.
Kericuhan bertambah ketika sebagian kelompok ojol ikut merangsek masuk ke area kampus setelah aparat kepolisian tiba di lokasi.
Pagar kampus UMI di sisi timur dilaporkan rusak akibat dorongan massa dalam insiden tersebut.
Aparat dari Sabhara Polrestabes Makassar dan Polda Sulawesi Selatan kemudian dikerahkan untuk mengendalikan situasi.
Polisi melakukan penyisiran di dalam area kampus menggunakan kendaraan roda dua dan mobil patroli, di bawah pimpinan Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana.
Polisi mencari satu per satu mahasiswa di gedung fakultas, kemudian mereka dikumpulkan di area kampus.
Petugas mengamankan sejumlah senjata tajam, seperti papporo, parang hingga alat panah busur.
Peringatan 30 Tahun Tragedi Amarah
Aksi unjuk rasa mahasiswa yang digelar oleh organisasi internal dan eksternal kampus sebenarnya merupakan bentuk peringatan 30 tahun tragedi Amarah yang terjadi pada 24 April 1996.
Baca tanpa iklan