Ia menyebutkan korban lainnya dilarikan ke RSUD Berkah Pandeglang untuk mendapatkan perawatan.
“Ahmad Mursidi menabrak kerumunan anak-anak di depan sekolah. Satu orang meninggal dunia, sementara yang lainnya dirawat di rumah sakit,” ujarnya saat ditemui di Polres Pandeglang.
Ia menjelaskan, pengemudi kendaraan merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pandeglang. Namun, terkait jabatan yang bersangkutan masih dalam pendalaman.
“Jabatannya ASN dan masih kita dalami,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pengemudi saat ini masih dalam proses pemeriksaan oleh penyidik Satlantas Polres Pandeglang.
“Pengemudi masih kami mintai keterangan. Dari hasil olah TKP, kasus ini masih dalam tahap penyidikan, termasuk pengumpulan saksi-saksi dan alat bukti lainnya,” ujarnya.
Baca juga: Sopir Taksi Green SM Baru 2 Hari Bekerja Sebelum Kecelakaan: Ikuti Pelatihan Dasar Selama Satu Hari
Saat ditanya mengenai kemungkinan pengemudi dalam kondisi sakit, pihak kepolisian belum dapat memastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan medis.
“Untuk observasi awal mungkin sakit, tetapi untuk kepastiannya akan dibuktikan secara medis sebelum kami menyimpulkan,” ucapnya.
Harus Dihukum
Saiful Bahri (37), orangtua korban meminta agar pelaku diproses secara hukum.
"Harus ditegakan hukum itu mah, harus diproses," katanya saat ditemui di RSUD Berkah Pandeglang, Kamis.
Pengobatan Gratis
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menjenguk para korban di RSUD Berkah Pandeglang, Kamis (30/4/2026).
Dalam kunjungannya, Raden Dewi Setiani bertemu langsung dengan orang tua korban serta menyapa para korban yang tengah menjalani perawatan.
Dewi memberikan dukungan moril sekaligus memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik.
Baca juga: Kemenhaj Ungkap Fakta Baru Kecelakaan Bus Jemaah RI di Madinah: Dipicu City Tour Tak Berizin
Ia juga menjamin seluruh biaya pengobatan akan ditanggung oleh pemerintah daerah.
Baca tanpa iklan