News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

5 Populer Regional: Kontroversi Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR - Oknum Polwan Digerebek Suami

Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Wahyu Gilang Putranto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ringkasan Berita:

  • Populer regional merupakan berita yang paling banyak dibaca selama 24 jam terkahir.
  • LCC 4 Pilar MPR di Kalbar viral setelah jawaban peserta SMAN 1 Pontianak dinilai salah meski sama dengan peserta SMAN 1 Sambas.
  • Di Ambon, Brigpol Isyebel Tehusalawany digerebek suaminya saat bersama pria lain dan kini diamankan untuk diperiksa.

 

TRIBUNNEWS.COM - Berita populer regional dimulai dari viral Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR di Kalimantan Barat berujung kontroversi ketika jawaban peserta dari SMAN 1 Pontianak disalahkan juri.

Padahal, peserta dari sekolah tersebut menjawab sama seperti peserta dari sekolah lain yakni SMAN 1 Sambas.

Peserta tersebut lantas protes. Namun, dewan juri yang juga merupakan pejabat di MPR menganggap jawaban peserta berbeda.

Kemudian ada oknum polwan yang digerebek suami sendiri saat berduaan bersama pria lain di Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

Identitas polwan diketahui bernama Brigpol Isyebel Tehusalawany.

Oknum polwan bersama diduga selingkuhannya sudah diamankan guna dimintai keterangan.

Berikut rangkuman berita populer regional selengkapnya selama 24 jam terakhir:

1. Jawaban Siswa Lomba Cerdas Cermat MPR Sama, tapi Disalahkan Juri, SMAN 1 Pontianak Protes

LOMBA CERDAS CERMAT - Video Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat menjadi sorotan publik setelah beredar di media sosial. Perhatian warganet tertuju pada keputusan dewan juri yang memberikan nilai berbeda terhadap dua jawaban yang dinilai serupa dari peserta lomba. (tangkapan layar)

Viral cuplikan video di media sosial yang memperlihatkan Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar antar-SMA di Provinsi Kalimantan Barat yang digelar pada Sabtu (9/11/2026) lalu.

Namun, viralnya video tersebut bukan tentang sosok pemenangnya, tetapi adanya kontroversi oleh penilaian juri.

Momen berawal ketika pembawa acara menanyakan kepada peserta terkait tata cara pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Lalu, peserta dari SMAN 1 Pontianak terlebih dahulu memencet tombol dan langsung menjawab.

"Anggota BPK dipilih dari dan oleh anggota. Namun, untuk menjadi anggota BPK, adanya keterkaitan dengan perwakilan daerah tetap dijaga. DPR dalam memilih anggota BPK diwajibkan untuk memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?" tanya pembawa acara.

"Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan dengan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden," jawab peserta tersebut.

Namun, juri menyatakan bahwa jawaban peserta dari SMAN 1 Pontianak tersebut salah dan berujung adanya pengurangan sebanyak lima poin.

Adapun juri tersebut merupakan Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI, Dyastasita.

"Nilai -5," katanya.

Kemudian, peserta dari grup SMAN 1 Sambas menjawab pertanyaan tersebut di mana  sama persis seperit yang diucapkan peserta dari SMAN 1 Pontianak.

"Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan dari Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden," jawab peserta dari SMAN 1 Sambas.

Anehnya, juri justru menganggap jawaban dari peserta tersebut adalah benar meski sama seperti jawaban dari peserta sebelumnya.

"Iya, inti jawabannya sudah benar. Nilai (tambah) 10 poin," katanya.

Baca selengkapnya.

2. Sosok Kolonel Inf Jani Setiadi, Dandim Ternate Bubarkan Nobar Film Pesta Babi, Sebut Provokatif

FILM PESTA BABI - (Kiri) Kegiatan nobar dan diskusi film dokumenter Pesta Babi di Benteng Oranje dibubarkan aparat TNI pada Jumat malam. AJI Ternate dan SIEJ Maluku Utara menilai tindakan tersebut sebagai bentuk intimidasi terhadap kebebasan berekspresi dan ruang demokrasi sipil, Jumat (8/5/2026) dan (Kanan) Dandim 1501/Ternate, Letkol Inf Jani Setiadi. (Kolase Tribunnews.com/KOLASE: Instgaram @aji dan TribunTernate.com/istimewa)

Film dokumenter Pesta Babi sedang hangat diperbincangkan.

Film karya Dandhy Dwi Laksono (Watchdoc) dan antropolog Cypri Dale ini menyoroti perampasan tanah adat dan krisis ekologis akibat proyek pembukaan hutan seluas 2,5 juta hektare di Papua Selatan.

Berbagai komunitas di berbagai daerah ramai-ramai menggelar cara nonton bareng (nobar) Pesta Babi.

Ada yang berjalan lancar, namun juga ada penolakan dari aparat.

Seperti terjadi di kawasan Benteng Oranje, Kota Ternate, Maluku Utara, pada Jumat (8/5/2026) malam.

Acara diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Ternate bersama Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) Maluku Utara.

Pada akhirnya, nobar Pesta Babi dihentikan oleh Dandim 1501/Ternate, Kolonel Inf Jani Setiadi beserta anggotanya.

Ia menganggap film berisi narasi-narasi provokatif.

Siapa Sosoknya?

Berdasarkan penelusuran Tribunnews.com, Jani Setiadi merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 2002.

Selama menjadi prajurit TNI, ia mengemban tugas strategis di sejumlah wilayah.

Dikutip dari kodim0601-pandeglang.com, Jani pernah menjabat Komandan Yonif Raider 300 /BJW Cianjur Jawa Barat.

Baca selengkapnya.

3. 10 Hari Menghilang Usai Penemuan Jasad Istrinya Terkubur di Kepri, Jaka Diringkus di Lumajang Jatim

PEMBUNUHAN ISTRI - Zakaria alias Jaka, pria 43 tahun warga Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ini ternyata seorang residivis kasus pembunuhan. Sebelum membunuh istri sirinya Syafitri Yana, Jaka ternyata pernah dipenjara selama 7 tahun karena membunuh istri sebelumnya. (Tribun Batam/Istimewa)

Jaka (43), warga Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri) akhirnya ditangkap polisi.

Penangkapan dilakukan tim gabungan Satreskrim Polres Lingga bersama Subdit Jatanras Polda Kepri.

Jaka sebelumnya sempat menghilang usai penemuan jasad istrinya Syafitri Yana di Jalan Kartini RT 002 RW 001, Kelurahan Sungai Lumpur, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.

Polisi mencari Jaka untuk diminta keterangan terkait penemuan jasadnya istrinya, namun dia menghilang.

Kasus tersebut dilaporkan melalui Laporan Polisi Nomor: LP/B/9/IV/2026/SPKT/POLRES LINGGA/POLDA KEPULAUAN RIAU tertanggal 28 April 2026.

Dalam pengembangannya, Jaka diketahui berada di wilayah Pulau Jawa hingga akhirnya ditangkap di Jawa Timur.

Kapolres Lingga, AKBP Pahala Martua Nababan, mengatakan Jaka berhasil ditangkap Jumat (8/5/2026) malam di Jawa Timur.

Pihaknya bekerja sama dengan Tim Resmob Satreskrim Polres Lumajang dan berhasil mengamankan terduga pelaku.

Dia saat itu sedang berada dalam bus hendak menuju ke Ponorogo Provinsi Jawa Timur.

"Pelaku berpindah-pindah, yang telah dilacak Tim dari Satreskrim Polres Lingga dan Tim Jatanras Polda Kepri," ungkap Nababan kepada Tribunbatam.id, Minggu (10/5/2026) malam.

Baca selengkapnya.

4. Ibu Muda Iris Leher Suami Saat Korban Tidur di Losmen Parangtritis

ANIAYA SUAMI - Seorang ibu muda berinisial AF (26) ditangkap polisi karena mengiris leher suaminya, S (35). Kejadian tersebut ketika AF beserta suami dan anaknya sedang berada di sebuah losmen Mancingan XI, Kalurahan Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul pada Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. (Freepik)

Seorang ibu muda berinisial AF (26) ditangkap polisi karena mengiris leher suaminya, S (35). 

Kejadian tersebut ketika AF beserta suami dan anaknya sedang berada di sebuah losmen Mancingan XI, Kalurahan Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Pelaku dan korban merupakan warga Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah yang sedang berada di Bantul.

"Kejadian bermula saat korban beristirahat di losmen bersama dengan istri dan anaknya. Sebelumnya, mereka jalan-jalan di Pantai Parangtritis," kata Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, Minggu (10/5/2026).

Saat korban tidur bersama anaknya, tiba-tiba pelaku memeluk dan meminta maaf kepada korban. Namun, saat itu juga, pelaku melancarkan aksinya berupa mengiris leher korban menggunakan pisau sebanyak satu kali sampai leher korban mengeluarkan darah.

Korban langsung teriak-teriak dan meminta pertolongan, sehingga warga setempat datang dan berupaya menyelamatkan korban. Di sisi lain, pelaku bersama anaknya telah pergi meninggalkan lokasi kejadian. Untuk pisau yang digunakan pelaku ditinggal di kamar atau lokasi kejadian. 

"Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka di bagian leher hingga sobek dan mengeluarkan darah. Korban juga telah dilarikan ke Rumah Sakit Panembahan Senopati Bantul untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut," beber Rita.

Baca selengkapnya.

5. Diduga Selingkuh, Oknum Polwan Digerebek Suami & Anggota Provos saat Berduaan dengan Pria Lain

POLWAN DIDUGA SELINGKUH - Oknum Polwan Polda Maluku, Brigpol Isyebel Tehusalawany tertangkap basah diduga berselingkuh Bryan Maahury. Penggerebekan dilakukan suaminya di kawasan Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Sabtu (9/5/2026) dini hari. (Tribun Ambon/Istimewa)

Brigpol Isyebel Tehusalawany seorang oknum Polwan digerebek oleh suaminya Brigpol Rony Loupatty saat sedang bersama pria lain di sebuah rumah di kawasan Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

Sang suami Brigpol Rony Loupatty merupakan anggota Brimob Polda Maluku.

Penggerebakan terjadi pada Sabtu (9/5/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WIT. 

Informasi yang diterima TribunAmbon.com, Brigpol Rony bersama anggota Provos Satbrimob Polda Maluku dan personel Polsek Nusaniwe mendatangi rumah Bryan Maahury yang diduga menjadi selingkuhan sang Polwan di kawasan Kudamati.

Setibanya di lokasi, aparat kemudian meminta izin kepada orang tua Bryan untuk membuka pintu kamar yang berada di dalam rumah tersebut.

Namun proses pembukaan kamar berlangsung cukup lama, lebih dari 30 menit pintu kamar baru berhasil dibuka.

Saat pintu terbuka, semua yang berada di lokasi dibuat terkejut.

Di dalam kamar ditemukan Brigpol Isyebel Tehusalawany sedang bersama Bryan Maahury.

Keduanya kemudian langsung diamankan dan dibawa ke Pos Polsek Nusaniwe guna dimintai keterangan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Bryan Maahury mengaku telah beberapa kali melakukan hubungan layaknya suami istri dengan Brigpol Isyebel.

Baca selengkapnya.

(Tribunnews.com)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini