TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah kasus pembunuhan berawal dari konflik personal di lingkungan kerja yang tidak terselesaikan dengan baik.
Pada Selasa (12/5/2026) lalu, warga Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Badung, Bali, digegerkan dengan penemuan jasad pria.
Kondisi jasad sudah membusuk dan terkubur di persawahan.
Setelah dilakukan penyelidikan, terungkap korban merupakan pria asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) berinisial DAD.
Selama di Bali, korban bekerja di sebuah cuci motor yang tak jauh dari lokasi penemuan jasad.
Polres Badung telah menangkap empat pelaku pembunuhan yakni DF (20) asal Lombok Timur, MKH (24) asal Jember, serta dua pelaku di bawah umur, AFP (17) dan IPR (16).
Mereka merupakan rekan kerja korban yang telah merencanakan aksi pembunuhan.
Baca juga: Motif Pembunuhan Nenek di Muara Enim, Anak dan Cucu Jadi Tersangka, Jasad Korban Dibuang ke Hutan
Kapolres Badung, AKBP Joseph Edward Purba, menyatakan para pelaku telah menyiapkan pisau dan membuat janji bertemu korban.
"Ternyata mayat yang kita temukan sebelumnya di Darmasaba, merupakan korban pembunuhan sadis. Ada empat pelaku yang kita amankan dalam kasus ini," paparnya, Rabu (20/5/2026), dikutip dari TribunBali.com.
Motif pembunuhan yaitu pelaku DF sakit hati sering di-bully, sehingga mengajak tiga temannya melakukan pengeroyokan.
"Pelaku ini mengaku sakit hati. Karena saat masih satu tempat kerja di Mae Wash di wilayah Darmasaba. Pelaku sering di-bully, pelaku sering diejek-ejek," lanjutnya.
Awalnya, korban mengajak pelaku mencuri kompresor di tempat cuci motor.
Ajakan korban dimanfaatkan pelaku untuk merencanakan pembunuhan.
Korban dikeroyok secara brutal menggunakan senjata tajam serta kursi besi.
Sejumlah barang korban turut dibawa kabur mulai uang, sepeda motor hingga ponsel.
Baca tanpa iklan