"Tujuan MBG untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat adalah tujuan yang baik. Namun pelaksanaannya tetap harus diawasi, dievaluasi, dan dikritisi agar tepat sasaran, transparan, serta memberikan manfaat maksimal bagi rakyat."
Baca juga: Stok Susu Nasional Tertekan Imbas Program MBG, Pemerintah Mulai Kewalahan
Tantangan dan Evaluasi Program MBG
Diskusi tersebut juga mengidentifikasi sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian pemerintah.
1. Ketepatan Sasaran Penerima Manfaat.
Masih terdapat potensi ketidaksesuaian data penerima manfaat di beberapa daerah.
Oleh karena itu diperlukan integrasi data yang lebih kuat antara pemerintah pusat dan daerah.
2. Kualitas dan Standar Gizi.
Program MBG tidak boleh hanya berorientasi pada jumlah makanan yang dibagikan, tetapi juga harus memastikan kandungan gizi yang sesuai dengan kebutuhan anak dan peserta didik.
3. Transparansi Anggaran.
Karena menggunakan dana negara dalam jumlah besar, pengelolaan MBG harus dilakukan secara transparan dan akuntabel agar terhindar dari penyimpangan anggaran.
4. Pemerataan Pelaksanaan.
Daerah terpencil, kepulauan, dan kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) memiliki tantangan distribusi yang berbeda dengan daerah perkotaan. Pemerintah perlu memastikan tidak terjadi kesenjangan pelayanan.
5. Dampak terhadap APBN.
Sebagai program prioritas nasional, MBG harus terus dievaluasi efektivitas dan efisiensi pembiayaannya agar tidak mengurangi kualitas pelayanan publik pada sektor strategis lainnya.
Sebagai bentuk kontribusi mahasiswa terhadap pembangunan nasional, Korpus BEM PTMA Indonesia menyampaikan beberapa rekomendasi:
Pertama, Penguatan Pengawasan Publik.
Baca tanpa iklan