News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Mahasiswanya Terkena Peluru Nyasar, UNP Minta Lapangan Tembak Dekat Kampus Ditinjau

Penulis: Muhammad Renald Shiftanto
Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Seorang mahasiswi Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat terkena peluru nyasar saat berada di kawasan rektorat kampus, Selasa (2/6/2026).

Dua orang pun menjadi korban, yakni seorang mahasiswi Prodi Sosiologi UNP dan seorang pria warga sipil yang tengah menunggu temannya.

Buntut dari kejadian ini, UNP pun meminta keberadaan lapangan tembak yang berada di dekat kampus untuk direlokasi.

Senior Eksekutif UNP, Prof Ganefri mengatakan, tempat latihan tembak tersebut sudah tidak sesuai karena berada di tengah kawasan pendidikan dan permukiman padat penduduk.

"Kami meminta ditinjau ulang lapangan tembak tersebut. Karena posisinya sudah tidak tepat lagi berada di tengah pemukiman warga dan pusat pendidikan," kata Ganefri.

Mengutip Kompas.com, proyektil yang mengenai fasilitas kampus dan mahasiswa tersebut merupakan peluru tajam.

Menurutnya, peluru tersebut diduga nyasar saat aktivitas latihan menembak tengah berlangsung.

"Kalau latihan menembak yang pintar (mahir) itu tidak apa-apa. Tapi kalau (personel) baru, biasanya tidak kuat menahan sentakan saat senjata meletus, sehingga laras terangkat ke atas,"

"Pengaman lapangan tembak sebenarnya sudah cukup tinggi, tapi kalau arahnya ke atas, peluru bisa melesat ke udara," jelasnya.

Kata TNI

Kapendam XX/Tuanku Imam Bonjol (TIB), Letkol Kav Taufiq mengatakan, saat kejadian, prajurit tengah latihan menggunakan laras panjang.

Dari hasil temuan, proyektil 9mm telah menyasar tubuh korban.

Baca juga: Mahasiswi UNP Diduga Kena Peluru Nyasar, Saksi: Mahasiswa Panik usai Korban Berdarah-darah

"Pada saat itu kan kami sampaikan bahwa ada pelaksanaan pelatihan menggunakan senjata laras panjang. Kalau laras panjang itu kalibernya adalah 5,56 mm. Saat ini memang yang kita temukan adalah 9 mm, artinya kan sedikit berbeda," kata Taufiq Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, perbedaan kaliber tersebut menjadi alasan tim investigasi membutuhkan waktu untuk mendalami kasus ini.

"Makanya kami sampaikan, tim investigasi tadi juga sudah melaksanakannya, sudah mencoba itu semua. Ini ada sedikit yang perlu kami cocokkan lagi. Makanya tolong kami diberi waktu lagi untuk melaksanakan pendalaman ini," ujarnya, dikutip dari TribunPadang.com.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya tengah melakukan uji balistik.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini