SD ternyata seorang pemakai narkoba jenis sabu-sabu.
Awalnya, Bagus menginterogasi tersangka yang dihadirkan usai konferensi pers.
"Kamu pakai narkoba, ya?" tanya Bagus.
"Iya, Pak. Sabu," ucap tersangka.
"Dapat dari mana? Berapa banyak?" tanya Bagus lagi.
"Beli (paket) Rp50 ribu," ungkap tersangka yang mengaku membeli sabu di salah satu desa wilayah Kecamatan Rambang Kuang, Ogan Ilir.
Baca juga: Detik-Detik Pembunuhan Bocah Bilqis, Pelaku Muncul 18 Menit Usai Korban Tiba di Rumah
Bagus pun menasihati tersangka bahwa tak seharusnya melakukan perbuatan membunuh korban.
Cinta Beda 11 Tahun
SD mengungkapkan masa awal perkenalan dengan korban YS.
Berawal saat SD menempuh pendidikan di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Rambang Kuang, Ogan Ilir.
Ia selalu menerima kebaikan dari korban yang bertugas sebagai juru masak di ponpes.
"Korban orangnya baik. Kalau masak, selalu kasih saya makanan dan saya, iya (jatuh cinta)," kata SD saat diwawancarai TribunSumsel.com, Sabtu (13/6/2026).
Selalu berjumpa hampir setiap hari, hubungan tersangka dan korban semakin intens, hingga akhirnya menjalin asmara.
Diakui tersangka, hubungan diam-diam itu dilakukan saat ia masih menjadi santri.
"Di ponpes tidak mungkin dibolehkan pacaran. Saya dan dia (korban) pacaran diam-diam," ungkap SD.
Baca tanpa iklan