TRIBUNNEWS.COM – Peningkatan aktivitas perdagangan dan arus kapal mulai memberikan tekanan baru terhadap sektor kepelabuhanan nasional.
Di sejumlah daerah, pelabuhan menghadapi tantangan untuk menjaga kualitas layanan di tengah proyeksi kenaikan trafik kapal, sementara pelaku usaha logistik juga mewaspadai potensi kenaikan biaya operasional akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Perhatian terhadap sektor kepelabuhanan semakin menguat setelah pemerintah menyoroti sejumlah persoalan logistik yang terjadi di berbagai pelabuhan nasional.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahkan meninjau langsung Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) Graha Segara di Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Jakarta.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kelancaran arus logistik nasional di tengah meningkatnya volume impor.
Pemerintah juga mendorong percepatan pelayanan guna mencegah penumpukan dokumen maupun kontainer yang berpotensi mengganggu rantai distribusi barang.
Aktivitas Bongkar Muat Meningkat
Peningkatan aktivitas pelabuhan juga tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat yang menunjukkan pertumbuhan arus perdagangan melalui jalur laut pada Desember 2025.
Jumlah barang yang dimuat melalui angkutan laut dalam negeri mencapai 293,95 ribu ton atau meningkat 33,58 persen dibandingkan November 2025 yang sebesar 220,06 ribu ton.
Aktivitas tersebut berlangsung di Pelabuhan Teluk Bayur, Pelabuhan Muaro, dan Pelabuhan Air Bangis.
Berdasarkan data BPS, volume barang yang dimuat di Pelabuhan Teluk Bayur meningkat 33,80 persen. Pelabuhan Muaro mencatat kenaikan 36,97 persen, sedangkan Pelabuhan Air Bangis naik 8,37 persen.
Di sektor perdagangan internasional, volume ekspor melalui Pelabuhan Teluk Bayur tercatat mencapai 463,41 ribu ton atau meningkat 74,50 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Sementara volume impor yang dibongkar meningkat 47,32 persen menjadi 40,83 ribu ton.
Baca juga: Menkeu Purbaya Tinjau Kontainer yang Numpuk di Pelabuhan Tanjung Priok
Antisipasi Peningkatan Aktivitas di Pelabuhan
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pelabuhan merupakan simpul utama distribusi barang, baik untuk perdagangan domestik maupun internasional.
Sejumlah operator pelayaran dan pengelola pelabuhan mulai mengevaluasi kesiapan layanan guna mengantisipasi peningkatan aktivitas yang diperkirakan terjadi dalam beberapa tahun mendatang.
Salah satu pembahasan mengenai kesiapan layanan pelabuhan mengemuka dalam forum yang mempertemukan operator jasa maritim, perusahaan pelayaran, agen kapal, dan pengelola pelabuhan di Teluk Bayur, Sumatera Barat.
Baca tanpa iklan