TRIBUNNEWS.COM - Jaringan internet di sekitar Gedung DPRD Sumatera Utara mendadak mati saat aksi demonstrasi mahasiswa, Senin (15/6/2026).
Kondisi ini memicu dugaan adanya pembatasan informasi, lantaran massa kesulitan mengakses layanan digital untuk menyiarkan jalannya aksi.
Situasi di lapangan pun kian tegang, dengan mahasiswa menuding aparat berupaya membatasi ruang publikasi.
Pantauan di Lokasi
Gangguan jaringan, mulai dirasakan sejak massa mahasiswa tiba di lokasi sekitar pukul 15.30 WIB hingga sekitar pukul 17.00 WIB.
Sebelumnya, jaringan internet masih dapat digunakan meski mengalami perlambatan saat mengirim pesan singkat, foto, maupun video.
Akibat kondisi tersebut, sejumlah jurnalis, mahasiswa, dan warga yang berada di sekitar lokasi aksi mengaku kesulitan mengakses internet.
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (BEM USU) menggelar aksi demonstrasi dengan membawa berbagai tuntutan terhadap kebijakan pemerintah.
Sejumlah peserta aksi menduga gangguan jaringan tersebut sengaja dilakukan untuk membatasi penyebaran informasi dari lokasi demonstrasi.
"Sepertinya sengaja dimatikan supaya gak bisa upload foto, video, dan live di media sosial kalau lagi ada demo," cetus salah satu mahasiswa, Senin (15/6/2026).
Baca juga: Asap Putih Selimuti Bundaran HI, Demo Mahasiswa Ricuh
Kapolrestabes Medan Mengaku Belum Mendengar
Menanggapi dugaan tersebut, Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak mengaku belum menerima informasi terkait matinya jaringan internet selama aksi berlangsung.
Ia mengatakan hanya mengetahui adanya gangguan pada perangkat pengeras suara yang digunakan di lokasi.
Menurutnya, setelah diperiksa, gangguan tersebut disebabkan oleh masalah pada baterai mikrofon.
"Sampai saat ini saya belum mendengar informasi itu. Tadi saya mendengar, lihat, memang mic saya agak terganggu. Tapi saya lihat, ternyata ada baterai yang rusak di situ," kata Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak, Senin (15/6/2026).
Saat ditanya lebih lanjut mengenai dugaan adanya upaya memperlambat penyebaran informasi melalui pemutusan jaringan internet, Calvijn kembali menegaskan bahwa dirinya belum mendengar informasi tersebut.
Ia justru menilai pelaksanaan demonstrasi berjalan dengan lancar dan mendapat pelayanan dari aparat keamanan.
Baca tanpa iklan