News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Gerhana Bulan

Tata Cara Melihat Gerhana Bulan Menurut Rekomendasi BMKG, Peneliti ITB Ungkap Keistimewaan

Editor: Sanusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Fenomena Gerhana Bulan Total hari ini merupakan hal yang sangat spesial karena terjadi 195 tahun sekali.

Pukul 20.51.16 WIB/21.51.16 WITA/22.51.16 WIT terjadi di seluruh Indonesia.

Bertepatan dengan Detik-detik Waisak

Fenomena gerhana bulan total bertepatan dengan Detik-detik Waisak, yakni pada 15 suklapaksa (paroterang) Waisaka 2565 Era Buddha.

Dikutip dari laman resmi LAPAN, pada dasarnya, detik-detik Waisak terjadi ketika Purnama Waisak atau disebut juga Waisaka Purnima yang selalu jatuh pada tanggal 15 suklapaksa di bulan Waisaka.

Pada saat bulan purnama, matahari dan bulan akan berada dalam satu garis lurus, sedemikian rupa sehingga cahaya matahari dapat menerangi permukaan bulan secara maksimal dengan bumi berada di antara keduanya.

Jadi, matahari dan bulan membentuk sudut 180° satu sama lain dalam peredarannya.

Saat kedua benda langit tersebut tepat membentuk sudut 180° di hari Waisak dikenal sebagai detik-detik Waisak.

Dengan kata lain, detik-detik Waisak ialah puncak bulan purnama pada bulan Waisaka menurut penanggalan India yang didasari oleh peredaran bulan.

Keputusan merayakan Trisuci ini diatur dalam Konferensi World Fellowship of Buddhists (WFB).

Peneliti ITB Ungkap Keistimewaan Gerhana Bulan Total yang Terjadi Hari Ini

Gerhana bulan total akan terlihat di langit Indonesia pada Rabu 26 Mei 2021 hari ini.

Mengutip dari laman Institut Teknologi Bandung (ITB) www.itb.ac.id, fenomena ini bisa terjadi karena matahari, bumi, dan bulan, berada dalam posisi sejajar. 

Hal ini dikarenakan bulan bergerak mengelilingi bumi sesuai orbit atau garis edar.

Seorang peneliti di Observatorium Bosscha, Yatny Yulianty mengatakan bahwa peristiwa gerhana bulan merupakan peristiwa yang bersiklus sehingga bisa terjadi berulang, lantaran ketiga benda dalam sistem tata surya tersebut bergerak dengan keharmonisan.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini