News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Fenomena Pink Moon di Bulan April, Bukan Bulan Berwarna Merah Muda, Simak Penjelasannya

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Garudea Prabawati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi Pink Moon - Mengapa fenomena Pink Moon tidak berwarna merah muda? Simak penjelasannya di artikel ini.

TRIBUNNEWS.COM - Fenomena Pink Moon atau bulan merah muda adalah penyebutan Bulan purnama yang terjadi pada bulan April.

Nama Pink Moon merupakan kiasan yang berkaitan dengan mekarnya bunga liar merah muda bernama Phlox subulata di musim semi yang terjadi di bulan April.

Pink Moon memiliki arti berbeda-beda dalam berbagai kepercayaan.

Dalam kepercayaan Hindu, penampakan bulan merah muda ini berkaitan dengan Hanuman Jayanti.

Pink Moon juga disebut Pesach atau Bulan Paskah oleh orang Yahudi.

Orang Yahudi merayakan Pesach atau Paskah pada 13 April tahun ini.

Baca juga: Fakta-fakta Planet Jupiter, Planet Terbesar di Tata Surya yang Punya 79 Satelit Bulan

Sementara itu, dalam agama Kristen, tanggal Paskah dihitung dengan munculnya Bulan Merah Muda atau Bulan Paskah.

Dalam agama Buddha, Bulan Merah Muda dikenal sebagai Bak Poya, dikutip dari Economic Times of India.

Umat Buddha menghubungkan hari itu dengan Sang Buddha ketika membantu pada pemimpin di Sri Lanka untuk menyelesaikan perang.

Dalam agama Islam, Bulan merah muda juga terkait dengan Ramadhan karena muncul di pertengahan bulan suci.

Tahun ini, Bulan merah muda terjadi pada Rabu (5/4/2023) dan mencapai puncaknya pada Kamis (6/4/2023).

Ilustrasi Pink Moon (freepik)

Baca juga: 10 Misteri Tata Surya yang Belum Terpecahkan: Pusaran Aneh di Venus, Jupiter Hancurkan Planet Lain?

Mengapa Diberi Nama Pink Moon?

Menurut Dr Chris North dari School of Physics and Astronomy di Cardiff University, orang-orang di masa lalu memberi nama untuk bulan purnama tertentu.

Secara khusus, kelompok penduduk asli Amerika diperkirakan menamai bulan purnama Pink Moon dengan nama bunga liar berwarna merah bernama Phlox subulata yang mekar pada saat itu.

Pada tahun 1930-an, Almanac Petani Tua mulai menerbitkan nama bulan purnama, termasuk Pink Moon, dikutip dari BBC Science Focus.

Almanac menulis julukan untuk setiap Bulan purnama yang terlihat sesuai bulannya.

Seorang sejarawan luar angkasa, Osnat Katz, mengatakan budaya yang berbeda di seluruh dunia memiliki nama yang berbeda untuk Bulan purnama, jauh sebelum almanak mulai menerbitkan daftar nama.

Bulan purnama Pink Moon tidak terlihat merah muda, karena nama Pink Moon diambil dari bunga yang mekar di bulan April.

Setiap Bulan purnama pada bulan April dikenal sebagai bulan merah muda.

Bulan purnama "Strawberry" terlihat di Arlington, Virginia, pada 14 Juni 2022. (Photo by Stefani Reynolds / AFP) (AFP/STEFANI REYNOLDS)

Baca juga: Julukan Unik Planet Venus dan 5 Ciri-Cirinya: Planet Terpanas di Tata Surya

12 Sebutan Bulan

Untuk penjelasan lebih lanjut, simak kalender Bulan purnama 2023 yang disesuaikan dengan penamaan Bulan di Amerika versi Almanac, dikutip dari lama Farmer Almanac.

- 6 Januari: Bulan Serigala

- 5 Februari: Bulan Salju

- 7 Maret : Bulan Cacing

- 6 April: Bulan Merah Muda

- 5 Mei: Bulan Bunga

- 3 Juni: Bulan Stroberi

- 3 Juli: Buck Moon

- 1 Agustus: Bulan Sturgeon

- 30 Agustus: Bulan Biru

- 29 September: Bulan panen

- 28 Oktober: Bulan Pemburu

- 27 November: Bulan Berang-berang

- 26 Desember: Bulan Dingin.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Artikel lain terkait Pink Moon

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini