News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Puncak Hujan Meteor Geminid 13-14 Desember 2025 di Indonesia, Simak Tips Melihatnya

Penulis: Lanny Latifah
Editor: Nuryanti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

HUJAN METEOR - Penampakan benda bercahaya di langit yang diduga meteor jatuh terekam kamera di halaman Pondok Pesantren Assalam, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (14/9/2023) pukul 23.15 WIB. Terbaru, fenomena Puncak Hujan Meteor Geminid akan terjadi pada besok, Sabtu (13/12/2025) hingga Minggu (14/12/2025), simak tips melihatnya.

 

TRIBUNNEWS.COM - Fenomena Puncak Hujan Meteor Geminid akan terjadi pada besok, Sabtu (13/12/2025) hingga Minggu (14/12/2025).

Dikutip dari timeanddate.com, hujan meteor Geminid dianggap sebagai salah satu hujan meteor paling spektakuler tahun ini, dengan kemungkinan melihat sekitar 120 meteor per jam pada puncaknya, yaitu pada tanggal 13 atau 14 Desember, tergantung pada zona waktu Anda.

Hujan meteor ini dinamakan demikian karena konstelasi Gemini tampak seolah-olah muncul dari konstelasi ini di langit.

Jika beruntung, sekira pukul 03.00 pagi pada 14 Desember, Anda bisa menyaksikan hingga 75 meteor per jam jika kondisi langit cukup gelap.

Di Indonesia, Anda bisa menyaksikannya secara langsung tanpa harus menggunakan bantuan alat apapun.

Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Andi Pangerang Hasanuddin, dalam acara DOFIDA (Dialog Obrolan Fakta Ilmiah Populer dalam Sains Antariksa) pernah menjelaskan mengenai fenomena hujan meteor.

Andi menegaskan, hujan meteor tidak memiliki dampak negatif bagi masyarakat dan tidak mengakibatkan lapisan ozon menipis.

Hal ini dikarenakan beberapa meteor akan habis terbakar oleh atmosfer bumi.

Sehingga masyarakat dapat melihat fenomena indah ini tanpa khawatir dan cemas, karena hujan meteor cenderung aman dan tidak berbahaya.

Apa Itu Puncak Hujan Meteor Geminid?

Geminid adalah hujan meteor utama yang titik radiannya (titik asal kemunculan meteor) berada di dekat bintang Alfa Geminorum (Castor) konstelasi Gemini.

Baca juga: 10 Fenomena Astronomi 2025, Ada Okultasi Bintang, Gerhana Bulan, hingga Hujan Meteor

Hujan meteor ini bersumber dari sisa debu asteroid 3200 Phaethon (1983 TB) yang mengorbit Matahari yang mengorbit Matahari dengan periode 523,6 hari.

Intensitas hujan meteor Geminid untuk Indonesia berkisar 86 meteor/jam (Sabang) hingga 107 meteor/jam (P. Rote).

Hal ini dikarenakan titik radian berkulminasi pada ketinggian 46 derajat hingga 63 derajat arah utara, sedangkan intensitas hujan meteor saat di zenit sebesar 120 meteor/jam.

Pastikan cuaca cerah dan bebas dari penghalang maupun polusi cahaya di sekitar medan pandang.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini