Saat gerhana total berlangsung, Bulan tampak merah karena cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi mengalami hamburan.
Gelombang cahaya berwarna biru lebih banyak tersebar, sementara cahaya merah tetap diteruskan dan mencapai permukaan Bulan.
BMKG mencatat bahwa sepanjang 2026 terdapat empat peristiwa gerhana:
- Gerhana Matahari Cincin – 17 Februari 2026 (tidak terlihat di Indonesia)
- Gerhana Bulan Total – 3 Maret 2026 (terlihat di Indonesia)
- Gerhana Matahari Total – 12 Agustus 2026 (tidak terlihat di Indonesia)
- Gerhana Bulan Sebagian – 28 Agustus 2026 (tidak terlihat di Indonesia)
Durasi keseluruhan gerhana 3 Maret 2026 mencapai sekitar 5 jam 41 menit, dengan fase totalitas berlangsung hampir satu jam.
Wilayah yang Dapat Mengamati
Seluruh wilayah Indonesia berkesempatan menyaksikan Gerhana Bulan Total ini, meski waktu awal kemunculan fase terlihat dapat sedikit berbeda tergantung lokasi geografis.
Secara global, fenomena ini juga dapat diamati dari Asia Timur, Asia Tenggara, Asia Tengah, Australia, dan sebagian wilayah Amerika bagian timur.
Gerhana ini termasuk dalam siklus Saros 133, melanjutkan rangkaian peristiwa yang terjadi secara periodik setiap sekitar 18 tahun.
(Tribunnews.com/Farra)
Artikel Lain Terkait Gerhana Bulan Total
Baca tanpa iklan