News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pilpres 2019

Kampanye di Solo, Prabowo Subianto Singgung Soal Amplop hingga Curhat Dilarang Kampanye di Semarang

Penulis: Fathul Amanah
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Suasana Kampanye akbar Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Solo, Rabu (10/4/2019). (Instagram @indonesiaadilmakmur)

"Enggak dikasih duit?" tanya Prabowo lagi.

"Enggak," kembali dijawab para pendukungnya.

Tak hanya itu, Prabowo juga menanyakan soal pemberian amplop.

"Enggak dikasih amplop?" ujar Prabowo lagi.

"Enggak," jawab pendukungnya kompak.

Setelah mendengar jawaban para pendukungnya, Prabowo lalu bertanya pada Amien Rais.

"Pak Amien Rais gimana enggak ada amplop pak," kata Prabowo.

"Minta maaf," jawab Amien Rais.

Prabowo pun kembali melanjutkan orasinya dan mengatakan bahwa dirinya merasa terharu lantaran diberi uang oleh rakyat.

"Saudara-saudara, saya ini, saya terharu karena justru rakyat yang memberi uang kepada kami," akunya.

2. Curhat dilarang berkampanye di Semarang

Kemeriahan kampanye akbar terbuka Prabowo Subianto yang dihadiri ribuan massa dari warga Solo, Jawa Tengah, dan sekitarnya di Stadion Sriwedari, Solo, Rabu (10/4/2019). (HANDOUT)

Dalam kampanye-nya di Solo Rabu (10/4/2019) kemarin, Prabowo juga curhat soal dirinya yang dilarang berkampanye di Semarang.

"Ini adalah kampanye terbuka yang terakhir. Tadinya kami mau kampanye di Semarang. Kami mau di Lapangan Simpang Lima tapi katanya enggak boleh," ungkap capres nomor urut 02 tersebut.

Ia pun menyayangkan pelarangan tersebut dan bercerita jika hal tersebut tidak terjadi saat dirinya maju sebagai calon wakil presiden mendampingi calon presiden Megawati pada 2009 silam.

"Saya ingat dulu tahun 2009 saya wakilnya Ibu Mega. Saya melawan Pak SBY tapi enggak ada tuh larangan kampanye ke mana-mana," tuturnya.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini