Sejumlah album yang pernah ia telurkan pada saat memulai kariernya di antaranya yakni berjudul Kujelang Hari (1994), Ini Album Gue (1997), Awal Baru (2000), dan Call Me Dena.
Di saat kariernya sedang berada di puncak, Denada justru memiliki untuk melanjutkan pendidikannya di Australia.
Setelah itu, ia kembali ke tanah air pada 2000-an dan melanjutkan kariernya sebagai penyanyi.
Baca juga: Potret Denada Tiba di Rumah Duka, Khusyuk Berdoa di Samping Jenazah Emilia Contessa
Saat itu, ia beralih ke aliran musik dangdut.
Sejumlah karya album dangdut yang pernah Denada rilis di antaranya yakni Matahari, Dangdut Gaul, Mae, ST, hingga One Stop Dangdut.
Sepanjang kariernya sebagai penyanyi, Denada sudah pernah berhasil meraih penghargaan musik, salah satunya adalah Anuegerah Musik Indonesia 2005.
Selain berkarier sebagai penyanyi, Denada juga sempat menjajal dunia peran.
Ia pernah terlibat dalam sinetron yang berjudul Jumirah ke Hollywood, Nyari Bini (2004), Rahasia Ilahi, hingga Cahaya Surga.
Ia juga sempat bermain di dalam film Kau & Aku Cinta Indonesia (2014), Suka-Suka Super 7 & Idola Cilik dalam Habis Gelap Menuju Terang, Bulan di Atas Kuburan (2015), dan Bulan Darah (2025).
Politikus
Denada Tambunan sempat mencoba peruntungan di dalam dunia poltik.
Pada Pileg 2019, ia pernah maju mencalonkan diri sebagai calon anggota DPR RI.
Kala itu, ia bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN) dari dapil Jatim 8.
Saingan Denada saat itu adalah Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (149.916 suara), dan politisi senior Partai Golkar (73.600 suara).
Keduanya berhasil lolos ke Senayan.
Akan tetapi, Denada hanya mendapatkan 43.573 suara, sehingga ia gagal melaju ke Senayan,
(Tribunnews.com/Rakli)
Baca tanpa iklan