News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

“Terapi Hati”: Musik Jadi Ruang Aman untuk Luka yang Tak Terucap

Penulis: Bayu Indra Permana
Editor: Acos Abdul Qodir
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TERAPI HATI - Produser musik sekaligus penulis lagu Aan Story bersama penyanyi Vionita Sihombing berpose usai peluncuran album Terapi Hati, di Jakarta, belum lama ini. Album ini dihadirkan sebagai ruang aman bagi pendengar yang bergumul dengan emosi dan luka batin yang sulit terucap.

Ringkasan Utama

Aan Story merilis album bertajuk Terapi Hati sebagai ruang refleksi emosional, menghadirkan musik yang dirancang untuk menemani proses pemulihan batin tanpa glorifikasi komersial.

  
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Musik kerap menjadi pelarian bagi mereka yang tengah bergulat dengan emosi. Hal inilah yang coba diangkat oleh musisi Aan Story lewat album bertajuk "Terapi Hati", yang dirilis secara digital pada 17 September 2025. Album ini hadir sebagai ruang aman bagi pendengar yang tengah berjuang dengan luka batin, keresahan, dan proses pemulihan diri.

Aan Story menyusun sepuluh lagu dalam album ini, terdiri dari sembilan lagu lama yang diaransemen ulang dan satu lagu baru yang dirilis khusus untuk proyek tersebut.

Semua lagu dibawakan oleh Vionita Sihombing, penyanyi muda jebolan ajang The Voice Indonesia musim keempat. Karakter vokalnya yang kuat namun lembut memberi dimensi emosional yang mendalam pada setiap lagu.

“Dalam setiap lagu, aku ingin pendengar merasa dipeluk. Musik punya kekuatan menyembuhkan, dan aku ingin jadi bagian dari proses itu,” ujar Aan Story saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Lagu-lagu seperti Aku Pergi, Malaikat Baik, Trauma, dan Kupendam Sendiri dirancang untuk menggambarkan perjalanan emosional seseorang—dari kehilangan, penolakan, hingga proses bangkit kembali. Album ini tidak menawarkan solusi instan, melainkan ruang refleksi yang jujur dan terbuka.

Lebih dari sekadar karya musik, Terapi Hati dihadirkan sebagai medium untuk berdamai dengan diri sendiri. Aan menyebut album ini sebagai bentuk ekspresi yang tidak menggurui, melainkan menemani.

“Kamu enggak sendirian. Ada lagu, ada cerita, ada aku yang merasakannya juga,” tuturnya.

Baca juga: Isu Suami Selingkuh Diduga Pemicu Cerai, Tasya Farasya Pernah Ungkap Mau Dipoligami: Gue Lihat Seru

Dalam konteks sosial yang semakin kompleks, terutama pasca pandemi dan meningkatnya kesadaran akan isu kesehatan mental, kehadiran karya seperti Terapi Hati menjadi relevan. Ia tidak menjual harapan palsu, melainkan menghadirkan ruang untuk merasakan dan menerima.

Aan Story menambahkan, proyek ini bukan sekadar peluncuran musik, melainkan ajakan untuk membuka ruang dialog tentang luka dan penyembuhan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini