Ia mengaku bersyukur karena komunikasi dengan pasangan berjalan lancar dan saling menghargai.
“Suami juga udahlah kamu aja yang urus terserah. Itu paling enak kan? Gak ribet,” ujarnya.
Kebersamaan dan rasa percaya menjadi pondasi kuat.
Ia sadar bahwa perbedaan pendapat adalah hal wajar, tapi tidak seharusnya menjadi sumber konflik.
“Yang paling penting jangan sampai perbedaan itu jadi kehubungan ya,” katanya dengan nada tegas.
Minim Drama, Maksimalkan Kendali
Luna juga membagikan tips penting bagi calon pengantin, jangan melibatkan terlalu banyak pihak dalam pengambilan keputusan.
Menurutnya, semakin banyak opini, semakin besar potensi kebingungan.
“Saya bersyukur sekali, Alhamdulillah tidak ada keluarga yang saya libatkan untuk menentukan pilihan. Kadang-kadang banyak yang pusing karena melibatkan banyak orang,” jelas Luna.
Bagi Luna, pernikahan adalah momen dua insan, bukan acara kolektif yang harus memuaskan semua pihak.
“Since it’s your big day, the groom and the bride should decide,” tambahnya.
Pendekatan itu membuat segala hal berjalan lebih lancar dan minim drama.
Bahkan untuk urusan kecil seperti warna baju keluarga, ia tetap tegas mengambil keputusan cepat.
“Ibu saya sempat nanya, ‘Ibu nanti mau pakai bajunya warna apa?’ Saya jawab coklat. Oke kirim, selesai,” kenangnya sambil tersenyum.
Fokus pada Kebahagiaan Diri
Bagi Luna, inti dari persiapan pernikahan bukan pada kesempurnaan pesta, melainkan keikhlasan menikmati proses.
Ia percaya setiap calon pengantin punya hak untuk menentukan sendiri apa yang membuatnya bahagia.
Baca tanpa iklan