TRIBUNNEWS.COM - Selebgram Ade Tya dan Dearly Djoshua, eks kekasih Ari Lasso, punya keinginan yang sama untuk tidak memperpanjang konflik di antara mereka.
Kedua kuasa hukum masing-masing telah berkomunikasi. Dari obrolan mereka menunjukkan indikasi masing-masing pihak ingin mengakhiri konfik dengan perdamaian.
Tya menunjuk Andreas sebagai kuasa hukumnya. Sementara Hendarsam Marantoko, diketahui sebagai kuasa hukum dearly.
Saat dihubungi Andreas lewat sambungan telepon dalam jumpa pers di Cideng, Jakarta Pusat, Hendarsam, menyebut Dearly khilaf dan merasa bersalah.
Dearly juga disebut sudah meminta maaf kepada Tya.
Baca juga: Keberatan dengan Sikap Dearly Djoshua, Ade Tya Tunggu Permintaan Maaf Eks Ari Lasso
“Intinya, dia (Dearly) sebenarnya sudah meminta maaf kepada Mbak Ade Tya. Jadi spirit-nya seperti itu, dan tentu kami sambut baik,” tambah Hendarsam, dikutip Kompas.com.
Bahkan kalau perlu Tya dan Dearly bertemu langsung dan menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.
“Saya akan coba komunikasikan ke Mbak DJ. Kita lihat ke depannya bagaimana. Tapi pada prinsipnya, spirit-nya sama,” tutur Hendarsam.
Andreas menyambut baik ide yang disampaikan oleh Hendarsam.
“Bisa jadi ajang silaturahmi akhir tahun. Kami berharap masalah ini tidak diperpanjang karena menurut kami juga tidak produktif,” ucap Andreas.
Konflik Ade Tyadan Dearly Djoshua, menyita perhatian publik belakangan ini.
Masalah ini berawal tudingan perselingkuhan dan dugaan pengancaman yang melibatkan musisi Ari Lasso, yang kala itu berstatus kekasih Dearly Joshua.
Bermula ketika Ari Lasso menghubungi Ade Tya melalui pesan singkat pada 5 Desember 2025.
Menurut pengakuan Ade, Ari Lasso mengirim pesan "say hi" untuk memastikan nomor Ade masih aktif.
Baca tanpa iklan