Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana
Ringkasan Berita:
- Aurelie Moeremans jadi buah bibir seiring dirinya merilis ebook berjudul 'Broken Strings.
- Keberanian sang aktris dipuji ungkap sisi kelam hidupnya saat remaja saat dia mengalami grooming.
- Aurelie Moeremans tak menyangka responnya bakal meledak.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gelombang dukungan besar menghampiri Aurelie Moeremans seiring dirinya merilis ebook berjudul 'Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth'.
Baca juga: Hesti Purwadinata Diteror karena Buku Aurelie Moeremans, Roby Tremonti Muncul dan Mengaku Sakit Hati
Bukunya ini membuat Aurelie Moeremans jadi buah bibir, keberanian sang aktris dipuji ungkap sisi kelam hidupnya saat remaja saat dia mengalami grooming.
Dukungan datang dari berbagai kalangan, termasuk rekan-rekan sesama artis. Hanya segelintir orang yang menganggap buku itu sebagai sebuah masalah dan mempermasalahkannya.
Menanggapi hal tersebut, Aurelie mengaku sama sekali tidak menyangka bahwa buku yang awalnya ia kira akan dibaca secara terbatas justru berkembang menjadi perbincangan nasional.
Baca juga: Bantah Grooming Aurelie Moeremans, Roby Tremonti: Dia Sudah Ciuman di Usia 13 Tahun
“Jujur aku tidak menyangka,” kata Aurelie Moeremans kepada Tribunnews.com, Rabu (14/1/2026).
“Awalnya aku pikir buku ini akan dibaca secara terbatas," sambungnya.
Namun seiring berjalannya waktu, buku yang dirilis tahun 2025 kemarin itu mendapat respon yang justru jauh lebih besar dari ekspektasinya.
Diskusi, dukungan, hingga perdebatan bermunculan, terutama setelah buku tersebut mudah diakses dalam format digital.
Meski tinggal di Amerika, Aurelie tahu betul apa yang terjadi di Indonesia saat ini ketika banyak orang membicarakan bukunya.
Apapun responnya, Aurelie mengaku menerima itu semua sebagai bagian dari proses yang harus dihadapi setelah memutuskan merilis itu.
“Tapi ternyata responsnya besar sekali. Ada dukungan, ada juga polemik, dan itu aku terima sebagai bagian dari proses,” ujarnya.
Aurelie memilih untuk tidak terlarut dalam kontroversi yang muncul. Ia melihat pro dan kontra sebagai konsekuensi dari keberanian membuka kisah personal ke ruang publik, apalagi dengan topik sensitif seperti child grooming.
Tersentuh dengan Respon Positif
Di tengah riuhnya perdebatan, Aurelie justru lebih terfokus pada dampak positif yang ia rasakan secara langsung dari para pembaca.
Baca tanpa iklan