TRIBUNNEWS.COM - Aktor Kiki Narendra untuk pertama kalinya menjajal dunia sinetron sepanjang kariernya di dunia akting.
Lewat sinetron "Keluarga Yang Tak Dirindukan", Kiki menghadapi tantangan baru yang membuatnya merasa gugup sekaligus bersemangat menjalani proses syuting.
Dalam sinetron tersebut, Kiki Narendra dipercaya memerankan karakter Pak Santoso, sosok ayah dalam sebuah keluarga yang memiliki dua anak bernama Firza dan Topan.
Meski sudah lama malang melintang di dunia film dan serial, pengalaman bermain di sinetron menjadi sesuatu yang benar-benar berbeda bagi Kiki.
Baca juga: Belajar dari Sinetron, Arbani Yasiz Harap Bangun Keluarga yang Teduh Bersama Raissa
“Saya berperan sebagai Pak Santoso. Bapak dari anak-anak saya, ceritanya ada Firza dan ada Topan,” ujar Kiki Narendra di kawasan Setiabudi Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).
Keputusan Kiki untuk terlibat dalam Keluarga Yang Tak Dirindukan bukan tanpa pertimbangan.
Ia secara jujur mengakui proyek ini menjadi tantangan besar karena untuk pertama kalinya ia bermain di sinema elektronik, atau yang kini kerap disebut sebagai stripping series.
“Jujur aja ini akan jadi tantangan buat gue sih. Gue belum pernah main di sinema elektronik,” ungkap Kiki.
Menurutnya, dunia sinetron memiliki ritme dan pendekatan yang sangat berbeda dibandingkan film layar lebar.
Proses produksi yang cepat, jadwal syuting yang padat, hingga tuntutan konsistensi emosi menjadi pengalaman baru yang harus ia pelajari dari awal.
“Emang tidak bisa dibandingkan antara film dengan sinema elektronik (sinetron) ini, karena itu dunia yang benar-benar berbeda,” tuturnya.
Meski demikian, Kiki justru menikmati proses belajar tersebut. Ia merasa kembali berada di titik awal sebagai aktor yang harus menyerap banyak ilmu dari para pemain dan kru yang sudah lebih berpengalaman di dunia sinetron.
“Buat aku menyenangkan sekali kalau kita bisa memulai sesuatu dari nol lagi. Aku banyak banget belajar di sini, banyak banget dapat ilmu dari beliau-beliau,” katanya.
Di balik antusiasmenya, Kiki tak menampik rasa gugup yang menyertai debut sinetronnya ini. Namun, rasa deg-degan itu justru menjadi pemacu semangat untuk memberikan penampilan terbaik.
Baca tanpa iklan