“Ya semoga hasilnya bisa dinikmati. Deg-degan aku, Mas,” pungkas Kiki sambil tersenyum.
Hal yang paling berkesan adalah dalam sinetrin tersebut dirinya melakoni sampai 20 scene lebih dalam sehari.
"Adaptasi bahwa speed tuh, cepet banget. Habis ini ini, habis ini ini. Dari tim satu pindah ke tim dua, pindah ke tim tiga. Ya, agak kaget atau berantakan sih sebenernya awal," tuturnya.
"Tapi setelah berjalan sekitar dua mingguan, baru nih mulai dapet ritmenya nih, pacenya. Oh pacenya tuh gini. Gini karena di film kan mungkin aku dalam satu hari paling banyak tuh cuman 5 scene. 8 scene. Rekor saya di sini bisa 22 scene," jelas Kiki.
Sinetron ini memotret fenomena sandwich generation bukan hanya sebagai angka di atas kertas beban finansial, melainkan luka batin yang mendalam.
Konflik memuncak saat Firzha dan Thoriq merespons musibah ayah mereka dengan cara berbeda, menciptakan percikan ego yang mengancam keutuhan keluarga.
Di sisi lain, ada Zahra, anak yang tumbuh besar bersama mereka tanpa ikatan darah, justru memberi sudut pandang baru tentang arti kesetiaan.
Tak hanya Kiki Narendra, serial ini akan dibintangi oleh Arbani Yasiz, Miqdad Addaussy, Nabila Zavira, Irene Librawati. Rencananya sinetron tersebut akan tayang tahun ini di stasiun televisi MDTV.
(Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)
Baca tanpa iklan