TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Industri musik Indonesia rupanya belum bisa mengakhiri konflik royalti, karena aturannya masih dalam pembahasan di DPR RI.
Padahal industri musik Indonesia memiliki potensi besar untuk merajai dunia, namun kenyataannya masih kalah jauh dari musik Korea.
Baca juga: Royalti Musik Tembus Rp200 Miliar Sepanjang 2025, Rp151 Miliar Disalurkan ke Ribuan Musisi
Kesuksesan Korea Selatan membawa budaya pop mereka atau K-Pop merajai dunia, membuat Anang Hermansyah tergerak hatinya untuk bisa membesarkan industri musik Indonesia.
Anang Hermansyah pun menyoroti ketiadaan Undang-Undang (UU) spesifik yang mengatur Tata Kelola Musik.
"Bicara soal industri musik, menurut saya tidak ada UU spesifik soal musik. Semua bernaung pada UU Hak Cipta," kata Anang Hermansyah ketika ditemui di kawasan Radio Dalam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (20/1/2026).
Menurut Anang semua pihak harus memikirkan kembali apakah musik hanya bisa terpaku pada UU Hak Cipta Saja. Ia mengambil contoh soal industri perfilman yang sudah memiliki UU nya sendiri.
Baca juga: Megawati Masuk Instagram Story Idol Kpop seusai Kalahkan Pink Spiders, Asa Juara Red Sparks Menyala
"Memang harus dipikirkan kembali, apakah Undang-Undang Hak Cipta cukup untuk mengatur industri musik Indonesia? Yang notabene itu adalah hak undang-undang penciptaan, di sana ada buku, ada macam-macam," ucap pria berusia 56 tahun itu.
"Jadi tidak bisa industri musik berharap hanya terhadap Undang-Undang Hak Cipta," tambahnya.
Suami Ashanty ini memaparkan visi besarnya, jika ekonomi kreatif saat ini sudah mampu menyumbang lebih dari Rp 1.000 triliun, ia optimis dengan adanya UU Tata Kelola Musik yang benar, angka tersebut bisa melonjak drastis.
"Kalau music ini bisa dijagokan, Indonesia akan jauh lebih tough. Lebih diperhitungkan di dunia dengan pendapatan bisa sampai 1.500 - 2.000 triliun per tahun," jelasnya.
Mantan suami Kris Dayanti ini mencontohkan bagaimana Korea Selatan berhasil membuktikan, bahwa kejayaan musik membawa kejayaan negara.
Menurut Anang, sumber daya budaya Indonesia jauh lebih kaya, mulai dari musik kontemporer hingga tradisional seperti Gamelan yang sudah diakui dunia.
"Apakah Indonesia bisa? Sangat bisa. Karena source budayanya kita jauh lebih besar, masyarakat kita jauh lebih besar, dan orang pinternya juga kita sama-sama orang pinter," terangnya.
Baca tanpa iklan