"Dan sebenernya aku nggak suka makan berat. Aku tuh suka ngemil. Kayak mie, nuget, tapi makan berat, makan berat gitu tuh aku enggak suka gitu. Jadi aku mendingan ngemil, ngemil, ngemil," bebernya.
Lula tak memungkiri, GERD-nya akan kambuh saat dirinya stres.
Dirinya juga mampu membedakan GERD yang kambuh saat stres atau memang benar-benar karena faktor telat makan.
"Terus GERD aku tuh juga suka kambuh kalau aku lagi banyak pikiran atau stres. Dan aku bisa bedain," terang pemain film Tinggal Meninggal tersebut.
"Bisa bedain apa ya, GERD yang emang gara-gara makan, atau GERD gara-gara pikiran," tambah Lula.
Ia mengatakan, saat telat makan, sakit yang dirasakannya lebih mendominasi di perut.
Namun, saat stres ia lebih merasakan ulu hatinya yang sakit.
"Jadi GERD kalau gara-gara makan itu perut aku yang sakit, kalau sampai ke ulu hati gitu itu tuh nyut nyut," tukasnya.
Penyesalan Ayah Lula
Ayah Lula, Muhammad Feros, menjadi salah satu sosok yang paling terpukul dengan kepergian Lula.
Feros menyesal, selama ini tak mengetahui penyakit GERD yang diidap putri sulungnya itu.
"Kita tahu waktu tahun baru dia sempat masuk rumah sakit beberapa hari. Dia punya GERD, itu sering kambuh," ungkap Muhammad Feros di TPU Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (24/1/2026).
"Terus ada pembengkakan di usus," terusnya.
Baca juga: Tatapan Kosong Penuh Kesedihan Reza Arap Saat Pemakaman Lula Lahfah
Feros mengakui keluarga semakin terpukul, karena Lula ternyata menyimpan rasa sakitnya sendiri dan tidak banyak bercerita kepada orang tua.
“Itu yang sering dia keluhin, tapi dia enggak ngeluh ke keluarga," kata Feros.
"Dia keluhnya sama teman-temannya. Dia bilang sakit banget,” terusnya.
Baca tanpa iklan