TRIBUNNEWS.COM - Konten kreator Na Daehoon akhirnya buka suara menanggapi berbagai tudingan dan spekulasi yang beredar pasca perceraiannya dengan selebgram Julia Prastini atau yang dikenal sebagai Jule.
Nama Daehon belakangan ramai diperbincangkan publik setelah muncul kabar burung yang menuding dirinya melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap sang mantan istri.
Isu tersebut kian bergulir ketika Jule sempat tampil ke publik memberikan pengakuan sekaligus permintaan maaf kepada Daehon.
Dalam pernyataannya, Jule juga menyampaikan harapan ingin mendapatkan pasangan hidup yang lebih penyabar di masa depan, sosok suami yang tidak membentak atau berbicara dengan nada tinggi meski sedang marah.
Ungkapan itu kemudian memicu beragam tafsir di tengah publik dan menimbulkan asumsi negatif yang kembali mengarah pada influencer asal Korea Selatan ini.
Situasi tersebut membuat Daehon berada di tengah pusaran opini publik.
Diakui Daehon, pada awalnya ia memilih untuk menutup perjalanan rumah tangganya dengan Jule secara tenang, tanpa banyak klarifikasi ke hadapan publik.
Namun, sikap diam yang ia pilih justru berdampak pada orang-orang di sekitarnya.
Keluarga serta para pendukungnya ikut menerima cemoohan dan ejekan akibat tudingan yang terus beredar.
Melalui unggahan di Instagramnya, @daehoon_na, duda tiga anak ini akhirnya menyampaikan isi hatinya secara terbuka.
"Halo semuanya, apa kabar?
Sejujurnya, aku tidak dalam kondisi yang benar-benar baik. Aku sudah berusaha terlihat baik-baik saja,
tapi pada akhirnya aku merasa itu tidak selalu mudah. Akhir-akhir ini pikiranku sangat penuh," tulis Daehon, dikutip Tribunnews, Rabu (28/1/2026).
Baca juga: Jule Akhirnya Minta Maaf ke Daehoon dan Anak-anak, Akui Mantan Suami Pria yang Sangat Baik
Pria berusia 32 tahun ini mengaku sempat mempertanyakan pilihannya untuk tetap diam demi menjaga suasana tetap tenang.
"Ada saat di mana aku bertanya pada diri sendiri, apakah keinginanku untuk menyelesaikan semuanya dengan
tenang dan damai justru merupakan keputusan yang egois?," lanjutnya.
Menurut Daehon, keputusan untuk tidak banyak bicara ternyata membawa konsekuensi yang berat, bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga orang-orang terdekatnya.
Baca tanpa iklan