Menurutnya, manusia memiliki qalbu sebagai pusat kendali yang menentukan arah perilaku, baik maupun buruk.
Menjaga Prasangka
Sejalan dengan pesan optimisme dari Menteri Wihaji, Aisah menekankan pentingnya menjaga prasangka positif di tengah kondisi yang menantang.
Ia juga memperkenalkan konsep dialog jiwa dan dialog gelombang, di mana setiap pikiran, doa, dan niat yang dipancarkan seseorang akan kembali dalam bentuk realitas kehidupan.
Karena itu, menjaga hati tetap bersih serta dipenuhi harapan menjadi kunci dalam membangun keluarga yang kuat dan tangguh.
Mengutip hadis yang populer, ia menyampaikan ketika qalbu dalam kondisi baik, maka seluruh aspek kehidupan akan ikut membaik.
Momentum Ramadan pun dimaknai sebagai waktu untuk melatih kebersihan hati yang perlu terus dipertahankan, termasuk dalam membangun hubungan yang sehat di lingkungan keluarga.
Melalui kegiatan ini, Kemendukbangga/BKKBN menegaskan pembangunan bangsa tidak hanya bertumpu pada kebijakan besar, tetapi juga dimulai dari unit terkecil, yakni keluarga.
Saat hati dijaga kesuciannya, cinta diperkuat, dan nilai-nilai keluarga dipelihara, maka visi Indonesia Emas 2045 bukan sekadar harapan, melainkan tujuan yang dapat dicapai bersama.
"Kita mengundang bu Aisah Dahlan karena beliau pakar keluarga sama yang kita urus, kalau keluarga baik-baik saja insyAllah negara akan baik-baik saja," pungkas Menteri Wihaji.
Baca tanpa iklan