TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Musisi Ahmad Dhani mengakui Safeea putrinya mengalami tekanan batin, usai dibully di media sosial.
Dhani tak menampik kalau putrinya sering kali jadi sasaran empuk warganet yang membully dengan komentar pedas, ditambah dengan pernyataan yang dianggap hoaks dari Lita Gading.
Baca juga: Ahmad Dhani Kuatkan Mental Safeea Putrinya dari Hinaan Netizen
Demi menjaga mental dan psikis putrinya, suami Mulan Jameela itu memberikan edukasi agar sang anak tetap kokoh dan mampu menghadapi nyinyiran warganet.
"Saya harus memberikan pengertian tentang kehidupan yang memang sudah terlanjur 'normal' ini. Di mana hoaks dianggap sebagai sesuatu yang normal," kata Ahmad Dhani ketika ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).
"Saya beri tahu putri saya bahwa orang jahat ternyata ada di mana-mana," sambungnya.
Pentolan grup band Dewa 19 ini juga memperkenalkan istilah khusus kepada putrinya, yang ia sematkan bagi para pembenci (haters) di media sosial, yakni 'Deterjen 78'.
Menurut mantan suami Maia Estianty ini, kelompok ini adalah orang-orang yang tidak memiliki adab dan gemar melakukan pelanggaran hukum, termasuk membully anak di bawah umur.
"Deterjen 78 itu orang-orang yang berpotensi melakukan pelanggaran hukum. Menyebarkan hoaks, menciptakan karya hoaks, mencomot berita lalu diberi judul provokatif, itu semua Deterjen 78. Saya kasih tahu Feea, mereka itu penjahat di dunia maya," jelasnya.
Santai disebut dihujat netizen
Tak hanya menyoroti warganet, ayah dari Al Ghazali, El Rumi, dan Dul Jaelani ini juga melayangkan kritik tajam terhadap praktik media daring, yang dianggapnya kerap melakukan pembunuhan karakter.
Dhani mencontohkan pengalamannya saat mengunggah sebuah konten yang ditonton hingga 24 juta kali.
Anggota DPR RI ini merasa heran dengan narasi yang dibangun oleh sejumlah media kecil, yang menyebut dirinya 'menuai hujatan' setelah mengunggah konten tersebut.
Padahal, kata Dhani, data statistik menunjukkan angka dukungan yang jauh lebih besar.
"Waktu itu view-nya 20 juta dalam sehari. Yang likes 227 ribu, yang komentar 11 ribu. Kalaupun 11 ribu itu dianggap hujatan, ya tidak sampai 0,5 persen dari total audiens. Tapi framingnya media malah bilang 'Ahmad Dhani menuai hujatan'," ucapnya
Baca tanpa iklan