TRIBUNNEWS.COM - Perseteruan presenter Ruben Onsu dengan mantan istrinya Sarwendah yang kini memanas turut disorot Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak).
Konflik keduanya mencuat diketahui berawal dari Ruben merasa dipersulit bertemu anak oleh Sarwendah.
Padahal sesuai kesepakatan setelah bercerai, Ruben diberi kesempatan bertemu kedua putrinya tiga kali dalam seminggu.
Namun Ruben malah dipersulit bertemu anak hingga sengaja berhenti memberikan nafkah Rp225 juta sejak enam bulan terakhir.
Masalah pun semakin melebar usai Sarwendah mengungkit persoalan nafkah hingga menuding Ruben Onsu lepas dari tanggung jawabnya.
Ketua Umum Komnas Anak, Agustinus Sirait, turut menyayangkan adanya perseteruan tersebut hingga melibatkan anak dan menjadi konsumsi publik.
Banyak kasus serupa, Agustinus menyebut para orang tua sering kali tanpa sadar menempatkan anak sebagai korban atas perceraiannya.
"Seringkali orang tua tanpa sadar ya menempatkan anak sebagai korban," ujar Agustinus, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Kamis (11/6/2026).
Agustinus menilai kini banyak orang tua yang akhirnya menghiraukan dampak perceraiannya terhadap anak.
Padahal seharusnya, lanjut Agustinus, kepentingan anak menjadi fokus utama dari orang tua.
"Jadi seringkali akibat perceraian itu, orang tua merasa bahwa anak ini hanya sampingan aja padahal seharusnya yang paling dipikirkan adalah bagaimana anak-anaknya," tuturnya.
Baca juga: Rasakan Perubahan Perilaku Putrinya, Ruben Onsu Semakin Yakin Rebut Hak Asuh Anak dari Sarwendah
Melihat kasus Ruben dan Sarwendah, Agustinus secara tegas meminta keduanya untuk sama-sama menurunkan ego.
Dirinya ingin keduanya memikirkan kepentingan anak demi masa depan.
"Ego orang tua dikedepankan, ya seharusnya yang dikedepankan adalah kepentingan terbaik untuk anak," ucapnya.
Agustinus juga mengingatkan bahwa orang tua harus menebus kesalahannya atas perceraian, dengan menjadi sosok figur yang baik untuk anak.
Baca tanpa iklan