News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kisah Waldi Sempurna, Pemuda Desa Melawan Stigma Pengangguran yang Dicap Tak Punya Masa Depan

Penulis: Willem Jonata
Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PEMUDA DESA - Waldi Sempurna adalah seorang pemuda dari Desa Tanah Periuk, Musi Rawas, Sumatera Selatan, yang berupaya hidup mandiri dengan memanfaatkan ruang digital sebagai sarana ide kreativitas yang bisa dijual.(dok pribadi)

Perkembangan platform digital membuat kreativitas, kemampuan komunikasi, dan konsistensi menjadi aset yang nilainya tidak kalah penting dibandingkan modal finansial.

Media sosial yang selama ini identik dengan hiburan perlahan berkembang menjadi ruang ekonomi baru yang mampu melahirkan profesi-profesi modern, mulai dari kreator konten, afiliasi digital, hingga pelaku usaha berbasis komunitas daring.

Dalam konteks tersebut, keberhasilan Waldi menunjukkan bahwa keterbatasan geografis bukan lagi hambatan mutlak untuk berkembang.

Perjalanannya juga memperlihatkan bahwa tantangan terbesar sering kali bukan kurangnya fasilitas, melainkan stigma sosial yang masih melekat terhadap profesi-profesi baru.

Tidak sedikit anak muda yang memilih jalur berbeda justru dianggap tidak memiliki pekerjaan atau masa depan yang jelas. Padahal, banyak profesi digital saat ini lahir dari keberanian untuk mencoba sesuatu yang belum lazim di lingkungan sekitar.

Keberhasilan Waldi mengubah cibiran menjadi motivasi menjadi pengingat bahwa kesuksesan jarang datang secara instan.

Di balik angka penghasilan, aset, dan pencapaian yang kini terlihat, terdapat proses panjang berupa belajar, gagal, mencoba kembali, serta menjaga konsistensi selama bertahun-tahun.

Bagi banyak anak muda di daerah, kisah Waldi menjadi bukti bahwa peluang dapat datang dari mana saja. Dengan akses internet, kemauan belajar, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi, siapa pun memiliki kesempatan untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Waldi pun berpesan agar anak muda tidak takut memulai langkah pertama.

"Mulai saja dulu. Tidak ada kesuksesan yang instan, pasti ada rintangannya. Daripada diam tanpa usaha, lebih baik bergerak selagi ada peluang," pungkasnya.

Dari sebuah desa di Musi Rawas, Waldi membuktikan bahwa mimpi tidak ditentukan oleh tempat seseorang dilahirkan. Di era digital, kreativitas, ketekunan, dan keberanian untuk terus mencoba dapat menjadi jalan yang mengubah keterbatasan menjadi peluang dan harapan menjadi kenyataan.

 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini