News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Musik, Cara Sere Pasaribu Memahami Cinta dan Kehilangan

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

LAGU - Mahasiswi musik Sere Pasaribu mencuri perhatian industri hiburan Indonesia usai merilis lima lagu orisinal sekaligus mengisi soundtrack film Malam 3 Yasinan. Ia juga menghadirkan pertunjukan emosional bertajuk “To Love, To Lose, To Learn” di Balai Resital Kertanegara, Jakarta, Jumat (12/06/2026), yang menandai langkah awalnya di panggung profesional musik.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di saat banyak mahasiswa masih bergelut dengan tugas akhir dan bayang-bayang wisuda, seorang mahasiswi justru sudah menembus panggung yang biasanya hanya diisi para profesional musik.

Sere Pasaribu membuat kejutan di dunia musik Indonesia dengan merilis lima lagu orisinal sekaligus dipercaya mengisi soundtrack film Malam 3 Yasinan—sebuah pencapaian yang bahkan belum tentu diraih banyak musisi setelah bertahun-tahun berkarier.

Nama Sere kemudian menjadi sorotan setelah ia menghadirkan pertunjukan emosional bertajuk “To Love, To Lose, To Learn” di Balai Resital Kertanegara, Jakarta, Jumat (12/06/2026).

Baca juga: Festival Musik di Ohio Berubah Jadi Mimpi Buruk, Tembakan Pecah di Tengah Keramaian, 12 Terluka

Bukan sekadar konser akademik, panggung itu berubah menjadi perjalanan emosional tentang cinta, luka, kehilangan, dan proses tumbuh sebagai musisi muda.

Melalui lima babak bertajuk Naive, Heartbreak, Return, Reblooming, hingga Bittersweet, Sere seolah membuka isi hatinya di hadapan penonton—mengubah pengalaman pribadi menjadi karya musik yang terasa dekat dan jujur.

“Setiap orang pernah mencintai, kehilangan, lalu belajar dari itu semua. Musik adalah cara saya untuk memahaminya,” ujar Sere.

Deretan lagunya seperti Like I Always Do, Stupid For Loving U, 8 8 18th, Buatku Berarti, hingga Mungkin Tak Harus Terjawab telah resmi dirilis di berbagai platform streaming seperti Spotify dan Apple Music. 

Namun bagi Sere, panggung sesungguhnya justru dimulai saat ia dipercaya terlibat dalam soundtrack film.

Kesempatan itu menjadi titik balik penting dalam perjalanannya sebagai musisi muda.

Mahasiswi Program Musik UIC College mengaku mulai memahami bahwa musik bukan hanya soal karya, tetapi juga tuntutan profesional di balik industri kreatif.

“Terlibat dalam soundtrack film membuat saya sadar bahwa musik juga tentang tanggung jawab dan standar industri yang nyata,” ungkapnya.

Praktisi pendidikan musik, Irfas menyebut pencapaian Sere sebagai gambaran perubahan besar cara belajar generasi baru musisi—di mana mahasiswa tidak lagi menunggu lulus untuk memulai karier.

“Mahasiswa sekarang tidak hanya belajar teori, tetapi langsung membangun portofolio dan masuk ke dunia industri sejak awal,” katanya.

Niluh Komang Aimee Sukesna dari kampus Sere menambahkan, fenomena ini menunjukkan perubahan besar di dunia pendidikan kreatif.

“Hari ini, mahasiswa bukan hanya membawa ijazah. Mereka sudah membawa karya, pengalaman, dan identitas profesional bahkan sebelum lulus,” ujarnya

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini